Soal Dana Desa, Oknum Kades dan Bendahara di Gorut Ditahan

Kepala Desa dan Bendahara Desa Deme Dua Kecamatan Simalata Timur, digiring memasuki mobil tahanan untuk dititip di Lapas Gorontalo, Kamis (26/09/2019). (Idham Munder/Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah melalui proses panjang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) resmi menahan HD alias Hen (36) Kepala Desa Deme Dua Kecamatan Sumalata Timur, bersama Bendahara Desa HP alias Her (29).

Keduanya digiring ke Lapas Gorontalo sebagai tahanan titipan, Kamis (26/9). Keduanya diduga bersama menyelewengkan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa 2017.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gorut Ruli Lamusu, SH saat konferensi pers, Kamis (26/9) menjelaskan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat beberapa waktu lalu, adanya dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan dana desa dan alokasi dana desa tahun anggaran 2017 di Desa Deme Dua Kecamatan Sumalata Timur.

“Kami kemudian lakukan penyelidikan dan penyidikan. Dua tersangka kita sudah tetapkan yakni oknum Kades berinisial HD dan bendahara desa berinisial HP,” jelasnya.

Menurut Ruli, kedua tersangka diduga secara bersama-sama melakukan penyalahgunaan anggaran dana desa dan alokasi dan desa.

“Kita temukan ada penggelembungan pengadaan kendaraan viar. Harga tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Kemudian markup rabat beton. Itu mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 360.144.640 juta sebagaimana hasil audit inspektorat,” papar Ruli.

Pasal disangkakan kepada dua tersangka yakni Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 Miliar, serta diancam dengan pasal 3 dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta.

“Kita tengah persiapan surat dakwan, selanjutkan akan dilimpahkan ke pengadilan,” tandasnya.

Sebelumnya, kedua tersangka menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejari Gorut. Selanjutnya keduanya yang didampingi kuasa hukum langsung mengenakan rompi oranye dan digiring ke mobil tahanan dengan mata terlihat berkaca-kaca. (idm/abk)

-