Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Dugaan Pemukulan Anggota AJI, Begini Kronologis Versi AJI Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 7 September 2016 | 14:29 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Insiden dugaan pemukulan salah seorang anggota AJI Kota Gorontalo Hidayat Dangkua pada pertemuan Forum Komunitas Hijau (FKH) bersama Walikota Gorontalo Marten Taha di kedai Maksoed, Senin (06/9) malam membuat AJI Gorontalo geram.

Kronologi pemukulan tersebut menurut versi AJI menyebutkan, di saat dialog FKH dan Walikota Marten Taha sedang berlangsung, Yayat datang bersama rekan-rekannya menggunakan mobil.

BACA  Giliran Gedung Sekolah Disemprot Desinfektan Brimob Gorontalo

Yayat memberanikan diri masuk ke dalam Sekretariat AJI kendati suasana massa di Kedai Maksoed sudah ramai.

Sesaat setelahnya, Lurah Tomulobutao masuk menanyakan siapa penghuni dan penanggungjawab rumah kontrakan.

[Baca: Dampak Pertemuan FKH, Anggota AJI Gorontalo Diduga Dipukul OTK ]

Kemudian tiga orang ikut masuk ke dalam, salah satunya yang membawa handy talky meminta KTP semua orang yang berada di ruangan. Saat Yayat memberikan SIM kepada orang tersebut, masuk seorang anggota Polisi mengamankannya dari massa.

BACA  Faskes Wajib Lakukan Skrining Awal Pasien

Polisi tersebut adalah ajudan Walikota dan membawa Yayat keluar ruangan dengan tujuan kabur dari kepungan massa. Namun sampai di depan Sekretariat AJI, Yayat dipukul orang yang berasal dari kerumunan. Ia dipukul di pipi kanan dan kepala bagian belakang.

BACA  Wilayah Blank Spot Dibolehkan Belajar Luring, Dikbudpora : Protokol Kesehatan Tetap Jalan

Terkait insiden tersebut, Ketua AJI Gorontalo Deby Mano menyatakan pihaknya mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap Yayat.

Laman: 1 2


Komentar