Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Herd Immunity, Begini Penejelasan Jusuf Kalla

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 20 Mei 2020 | 00:05 WITA Tag: , , , ,
  Tim CSR BRI Life bersama Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla (tengah). Foto Humas dan Tim CSR BRI Life


Hargo.co.id, JAKARTA – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengingatkan kepada pemerintah jangan menerapkan cara herd immunity (kekebalan kelompok) dalam rangka mengatasi virus Corona atau Covid-19.

Menurutnya, jika pemerintah menerapkan herd immunity maka akan menimbulkan banyak korban di Indonesia.

Seperti yang dilansir jpnn.com, “Herd immunity boleh saja, cuma korbannya banyak”, kata pria yang akrab disapa JK pada saat diskusi Universitas Indonesia Webinar “Segitiga Virus Corona”, Selasa (19/5).

BACA  14 Orang Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, RS Toto Tak Terima Pasien¬†

Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia itu mencontohkan penerapan herd immunity yang dilakukan oleh negara Swedia. JK menyebut, angka kematian di Swedia jutsru lima kali lipat lebih tinggi dibanding negara sekitarnya.

Hal itu lantaran Swedia menerapakan herd immunity tanpa dibarengi dengan lockdown.

“Tingkat kematian di Swedia lima kali lipat dibanding negara di sekitarnya akibat ingin mencoba herd immunity,” katanya.

BACA  Diuji Coba ke Hewan, Calon Vaksin Covid-19 Hasilnya Menjanjikan

Lebih lanjut Jk menerangkan, resiko yang akan diterima jika pemerintah menggunakan pilihan herd immunity yakni korban akan semakin banyak.

Menurut JK, jika yang dikorbankan hanyalah materi mungkin bisa, tetapi ini nyawa seseorang.

“Kalau korban materi barangkali bisa saja diganti, tapi kalau korban nyawa bagaimana? jadi jangan coba-coba yang kaya gini, korbannya pasti banyak, apakah kita akan memilih itu, jangan,” pesan JK.

BACA  440 Ribu PNS Eselon III-IV Kehilangan Jabatan, yang lain Tunggu Giliran

JK juga mengatakan, WHO sangat tidak menganjurkan pengguna opsi herd immunity dilakukan.

“Negara apa yang ingin seperti itu, dan itu tidak dianjurkan oleh WHO atau lembaga manapun,” pungkasnya.(mg9/jpnn/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul “Simak Penjelasan Jusuf Kalla Soal Herd Immunity”. Pada edisi Selasa, 19 Mei 2020.

Komentar