Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Kekerasan Terhadap Wartawan, Ini Sikap Dewan Pers

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Rabu, 14 Oktober 2020 | 04:05 WITA Tag:
  Ilustrasi. Kekerasan wartawan


Hargo.co.id, JAKARTA – Kekerasan terhadap pers saat meliput aksi demo penolakan pengesahan UU Cipta Kerja di berbagai daerah memantik perhatian Dewan Pers.

Melalui rilisnya, Dewan Pers menyatakan sikap mengecam dengan keras oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan, intimidasi verbal dan perusakan alat kerja wartawan yang sedang melakukan kerja jurnalistik meliput demonstrasi.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Dewan Pers memandang perlu pihak kepolisian memberikan penjelasan resmi atas kekerasan dan perusakan yang terjadi.

BACA  Siap-siap! Pemerintah Segera Keluarkan Aturan Blokir Medsos

Berikut, meminta agar Kepolisian segera melepaskan para wartawan jika da yang masih ditahan, serta memperlakukan mereka dengan baik dan beradab.

Dewan Pers mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugasnya, para wartawan dilindungi oleh Undang-Undang. Pasal 8 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan, “Dalam melaksanakan profesinya, wartawan mendapat perlindungan hukum,”. Dalam konteks ini, semestinya pihak kepolisian bersikap hati-hati, proporsional dan tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

BACA  Pasal 46 di Draf UU Cipta Kerja Dihapus, Begini Penjelasan Istana

Selanjutnya, Dewan Pers mengimbau kepada pihak media dan pihak keluarga wartawan agar segera memberitahukan kepada Dewan Pers, Asosiasi Wartawan dan Kepolisian jika ada unsur wartawan peliput demonstrasi yang belum ditemukan keberadaanya hingga saat ini, atau sedang membutuhkan perawatan medis intensif karena menjadi korban kekerasan saat meliput demonstrasi.

Dewan Pers juga mengimbau kepada semua pihak, agar hanya meletakan insiden kekerasan terhadap wartawan dalam konteks penegakkan prinsip-prinsip kemerdekaan pers, berdasarkan UU Pers No. 40 tahun 1999.

BACA  Wartawan Sepakat Boikot Rilis dari Polda Gorontalo

Terakhir, mengimbau kepada segenap pers nasional, khususnya para wartawan agar senantiasa mengedepankan keselamatan dan kesehatan pada situasi pandemi COVID-19, seperti saat ini, dengan senantiasa berdisiplin melaksanakan protokol kesehatan saat meliput peristiwa-peristiwa publik. Perusahaan pers memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para wartawannya dalam konteks ini.

Rilis tersebut ditandatangani oleh Ketua Dewan Pers, Muh. Nuh. (rwf/rilis/hg)

 

Rilis Dewan Pers terkait kekerasan terhadap wartawan saat aksi demo penolakan UU Cipta kerja. (Foto : Istimewa)
Rilis Dewan Pers terkait kekerasan terhadap wartawan saat aksi demo penolakan UU Cipta kerja. (Foto : Istimewa)

Komentar