Selasa, 2 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Nasib Kompol Yuni, Kadiv Propam: Saya Pastikan Dipecat dan Dipidana!

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 19 Februari 2021 | 12:05 WITA Tag: , ,
  Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. (Tangkapan Layar YouTube/Humas Polrestabes Bandung)


Hargo.co.id, JAKARTA – Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol Ferdy Sambo memastikan akan menjatuhkan sanksi tegas bagi mantan Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi bersama 11 anggotanya yang terbukti terlibat kasus narkoba. Yuni dan 11 anggotanya akan dikenakan pemecataan dan diseret ke pengadilan pidana.

“Saya pastikan diproses pidana dan dipecat,” kata Ferdy dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir JawaPos.com, Jumat (19/2).

BACA  Polda Jabar Copot Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni. Ingin Tahu Kenapa?

Ferdy menegaskan, Polri tidak akan memberikan toleransi bagi anggotanya yang terlibat kasus narkoba. Seluruh yang terlubat harus diberikan sanksi tegas.

“Tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di kepolisian. Siapa saja yang terlibat sudah pasti dipidana dan dipecat, putusan tidak dengan hormat,” jelasnya.

BACA  Untuk Petugas Pelayan Publik, Vaksinasi Covid-19 Dimulai Maret 2021

Sebelumnya, Propam Polri mengamankan belasan anggota Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat atas dugaan penyalahgunaan narkotika pada Selasa (16/2). Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni juga ikut terciduk.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, jumlah anggota yang ditangkap sebanyak 12 orang. “Benar adanya saya sampaikan, Propam amankan personel Polsek Astana Anyar, terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Ada 12 yang diamankan termasuk Kapolsek,” kata dia kepada wartawan, Rabu (17/2) lalu.(ba/sat/jawapos/hargo)

BACA  Ini Syarat dan Tata Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang Ke-12

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Nasib Kompol Yuni, Kadiv Propam: Saya Pastikan Dipecat dan Dipidana!“. Pada edisi Jumat, 19 Februari 2021.

Komentar