Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Penanganan Covid-19, Rusli Habibie Jadi Narasumber pada Forum Diskusi Nasional

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 16 Juni 2020 | 00:05 WITA Tag: ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat menjadi narasumber dalam forum diskusi nasional yang dilaksanakan LSM Internasional bernama The International Republican Institute (IRI) via teleconference bersama IRI, Senin (15/6/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id GORONTALO – Gorontalo rupanya jadi salah satu daerah yang efektif menangani pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Gorontalo.

Buktinya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie jadi salah satu dari empat kepala daerah narasumber dalam forum diskusi nasional yang dilaksanakan LSM Internasional bernama The International Republican Institute (IRI) via teleconference bersama IRI dan 100 calon pemimpin masa depan Indonesia, dengan tema “kepemimpinan yang efektif dalam penanganan bencana pandemi”, Senin (15/6/2020).

Diawal forum, Rusli menceritakan kondisi terkini Gorontalo di masa pandemi covid-19 ini. Gubernur juga menjawab pertanyaan inti dari para penanya secara online, terkait tantangan terberat yang dihadapinya selama memimpin Gorontalo di situasi pandemi ini.

“Satu tantangan terberat saya menghadapi masa sulit pandemi ini adalah bagaimana menyadarkan dan memberikan pengertian pada masyarakat untuk berpartisipasi mematuhi semua anjuran pemerintah. Mematuhi semua protokol kesehatan. Tapi alhamdulillah 80% masyarakat gorontalo semakin kesini semakin patuh. Karena intinya, jika tidak ada kepatuhan masyarakat maka semua sia sia,” ungkap Rusli.

BACA  Jika Tak Kenakan Masker, Denda dalam Bentuk Rupiah Menanti

Rusli pun menceritakan pihaknya bersama TNI/Polri dan seluruh unsur Forkopimda, Bupati/Walikota, tak henti-hentinya terus melakukan komunikasi dan koordinasi terkait bagaimana cara memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Gorontalo. Bahkan untuk pengambilan keputusan pelaksanaan PSBB yang dilaksanakan selama III tahapan itu sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Kebetulan Provinsi Gorontalo adalah Provinsi terakhir di Indonesia yang terdampak penularan Covid-19. Awalnya memang kami mampu mempertahankan zona hijau, namun akhirnya zona merah juga. Jadinya kita saat itu juga langsung rapat, saya kasih dua pilihan menyelesaikan covid atau memperbaiki ekonomi? Akhirnya kita sepakat memilih menekan angka penularan Covid dulu. Kita pilih PSBB selama tiga tahapan, kita cegah orang keluar masuk Gorontalo. Kita juga bangun lab pemeriksaan PCR Swab di Balai POM Gorontalo,”cerita Rusli.

BACA  Survei Alvara, Mayoritas Orang Tua Belum Setuju Sekolah Tatap Muka

Terkait pemulihan ekonomi di Gorontalo, saat ini Gorontalo sedang menuju sistem New Normal Life atau tatanan kehidupan baru. Rusli menceritakan bukan tanpa alasan memilih new normal life, karena pemerintah pusat juga telah memilih Provinsi Gorontalo sebagai satu dari sekian banyak provinsi untuk sistem new normal tahap pertama.

“Namun tentu saja menuju new normal kita tentu harus lebih tegas lagi. Jika Jakarta membuat sistem surat izin keluar masuk, maka di Gorontalo hanya surat masuk saja. Surat masuknya berupa surat bukti rapid tes atau swab tes negatif. Banyak yang bilang, urus surat itu mahal di rumah sakit. Saya katakan itu sudah resiko, jika ingin masuk Provinsi kami, silahkan sehat dulu. Saya menjaga rakyat saya,” tegasnya.

BACA  Gubernur Undang Presiden Jokowi ke Gorontalo

Sementara, tiga kepala daerah lainnya yang di undang jadi pembicara yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Salim Landjar dan Bupati Soppeng Kaswadi Razak.

The International Republican Institute (IRI) adalah LSM internasional yang bekerja di bidang pengembangan demokrasi dan penguatan lembaga DPRD dan partai politik di lebih dari 100 negara di dunia. Di Indonesia, IRI hadir sejak tahun 1996.(adv/rwf/hg)


Komentar