Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Tapal Batas, Hamzah Sidik Kecam Sikap Wabup Buol 

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Legislatif , pada Senin, 28 Juni 2021 | 21:05 Tag: , , ,
  Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Hamzah Sidik

Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik menegaskan bahwa soal tapal batas sudah selesai. Tak ada lagi narasi-narasi yang menimbulkan polemik, karena saat ini suasana keamanan di Gorontalo Utara khususnya perbatasan dengan Kabupaten Buol sangat aman termasuk sosial politiknya.

Hal tersebut disampaikan oleh Hamzah Sidik menyikapi adanya kabar yang beredar terkait pertemuan pemerintah Sulawesi Tengah di kediaman Menteri Dalam Negeri. 

“Apa yang dilakukan oleh Pemda Buol datang ke rumah Mendagri itu tidak resmi, itu hanya silaturahmi. Kalau ingin resmi bikin pertemuan di Kementerian Dalam Negeri,” tegasnya.

Hamzah Sidik dengan tegas mengatakan bahwa dirinya mengecam keras pemerintah daerah Buol khususnya wakil bupati yang sampai hari ini mempertanyakan hasil pertemuan Gubernur Sulawesi Tengah dengan Gubernur Gorontalo, Pemda Gorontalo Utara dan Pemda Buol yang terjadi beberapa waktu lalu di Kementerian Dalam Negeri. 

“Catat baik-baik, saya mengecam keras Wakil Bupati Buol yang masih mempertanyakan hasil pertemuan antara pemerintah daerah kedua daerah,” jelasnya.

Hamzah Sidik menegaskan bahwa Pemprov Gorontalo yang dibadani oleh Gubernur Rusli Habibie telah menjalani pertemuan dengan pihak Kemendagri. 

“Jika ada narasi yang mengatakan belum terjadi kesepakatan, itu bohong. Tidak mungkin sekelas Gubernur Gorontalo memberikan narasi tidak benar ke publik. Jika masih memprovokasi, kami curiga ada kepentingan sangat besar,” ujar Hamzah Sidik.

Lebih lanjut diingatkan bahwa pembicaraan di Kemendagri telah selesai, sehingga tidak perlu membuat berita atau narasi yang membuat gaduh. 

“Kalau belakangan berbicara usai pertemuan di rumah mendagri, itu tidak resmi dan bukan dalam rangka pemutusan tapal batas,” kata Hamzah Sidik.

Pada intinya tapal batas merupakan harga mati yang harus dipertahankan. 

“Dan jika harus dengan perang, maka kami akan perang untuk mempertahankan tapal batas,” tegasnya. (abk/adv/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar