Senin, 14 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Tarif Listrik, Pemerintah Ingin Jadikan Indonesia Juara di ASEAN

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Kamis, 6 Juli 2017 | 06:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Masyarakat tidak perlu khawatir dan takut tarif dasar listrik akan naik‎ pada 2018 nanti. Sebab, pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen akan terus menurunkan harga tarif dasar listrik (TDL).

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, ‎TDL ditargetkan turun dua tahun mendatang pada 2018 dan 2019. Penurunan tersebut untuk industri dan golongan rumah tangga.

BACA  Terus Menguat, Rupiah Berpeluang ke Level 14.200 Hari Ini

“Ya pelan-pelan kita turunkan, harapan kami 2019 bisa turun misal 5 persen. Kalau tidak bisa yah 2020,”  ujar Jonan dalam konfrensi pers di Kantor ESDM, Jakarta, Rabu (5/7).

Mantan Menteri Perhubungan (Menhub) ini mengatakan TDL pemerintah tidak berpatokan dan ikut menyesuaikan harga listrik di kalangan negara ASEAN. Sebagai contoh di Filipina Rp 2.300 per Kwh, Singapura Rp 2.100 per kWh, Thailand Rp 1.500 per kWH dan lain sebagainya.

BACA  Pasca Lebaran, Harga Ayam Pedaging Mulai Turun 

Pemerintah, ungkap Jonan, lebih fokus bisa terus menurunkan TDL. Sehingga tidak membebani masyarakat.

“Memang tidak patokan dengan negara ASEAN kalau bisa lebih efisien kenapa tidak, kalau bisa juara (lebih murah),” katanya.

BACA  Nikmati Promo Swimming Pool Deals di Aston Gorontalo & Villas Sampai 15 Juni 2021

‎Sebelumnya, tarif dasar listrik (TDL) kembali mengalami kenaikan per 1 Juli 2017. Kenaikan tarif listrik untuk golongan daya 900 VA sebelumnya sudah mengalami kenaikan, per tanggal 1 maret 2017 berlaku sebesar Rp 1.034 per kWh.

Lalu per 1 Mei naik kembali menjadi Rp 1.352 per KWH dan per tanggal 1 Juli tarif baru menjadi Rp 1.467,28 per kWh. (hg/cr2/JPG)


Komentar