Thursday, 16 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Vaksin, Indra: Tak Mungkin Pemerintah Celakakan Rakyatnya

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Tuesday, 31 August 2021 | 14:05 PM Tags: , ,
  Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin berbicara langsung kepada masyarakat terkait pelaksanaan vaksinasi. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah tidak mungkin mencelakakan rakyatnya sendiri. Penegasan tersebut disampaikan oleh Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Indra Yasin untuk meyakinkan kepada masyarakat terkait dengan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.

Ditegaskan oleh Indra Yasin, bahwa vaksin harus dijalani bukan untuk dihindari. Dan untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak takut dalam mengikuti program vaksinasi yang sementara dilaksanakan oleh pemerintah mulai dari pemerintah pusat hingga ke daerah. 

“Program vaksinasi untuk rakyat ini bukan untuk dihindari namun dijalani, dan tidak mungkin pemerintah mau mencelakai rakyatnya sendiri,” tegas Indra Yasin.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Indra Yasin, program vaksinasi yang dilakukan saat ini baik untuk kepentingan bersama dalam rangka menekan penyebaran virus covid-19. 

“Program vaksinasi yang digalakkan saat ini benar-benar untuk keselamatan bersama, dan vaksin yang digunakan tersebut aman dan tujuannya untuk membentuk kekebalan dalam tubuh untuk menekan dampak terberat dari penyebaran virus Covid-19,” kata Indra Yasin.

Cara paling efektif dalam menekan dan mencegah penularan Covid-19, kata Indra Yasin yakni dengan vaksinasi, selain dari penerapan protokol kesehatan tentunya. 

“Pemerintah memiliki kewajiban dalam melindungi segenap warganya, dan untuk itu jangan percaya berita hoax,” ujar Indra Yasin.

Tak lupa pula Indra Yasin berpesan kepada para petugas medis untuk memperketat proses screening yang dilakukan sebelum pelaksanaan vaksinasi. Hal ini kata Indra untuk menghilangkan kesan yang tidak baik kepada masyarakat terhadap dampak vaksinasi. 

“Laksanakan sesuai dengan proses kesehatan, kalau memungkinkan maka berikan izin untuk melakukan vaksinasi dan jangan dipaksakan,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 18 times, 1 visits today)

Komentar