Kamis, 19 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sosialisasi AD-CBD di Dembe I Ricuh! Ada Warga Mabuk, Buat Onar, Kejar Peserta Pakai Pisau

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 31 Oktober 2017 | 19:55 Tag: , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Sosialisasi bakal calon walikota Adhan Dambea dan wakil walikota Budi Doku (AD-CBD) di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo ricuh, Senin (30/10).

Masyarakat yang tadinya duduk tenang mendengar pidato Cawali Adhan Dambea berhamburan. Itu setelah salah seorang warga kelurahan setempat Iman Mahmud mengamuk dan mengejar peserta sosialisasi menggunakan sebilah pisau.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, peristiwa itu terjadi pada pukul 22.00 wita. Ketika itu masyarakat Dembe I, Kecamatan Kota Barat sedang mengikuti sosilisasi pasangan bakal calon walikota-wakil walikota Adhan Dambea-Budi Doku. Di saat Adhan Dambea sedang berpidato, Iman yang mengendari sepeda motor memainkan gasnya di sekitar lokasi sosialisasi. Setelah itu Iman berlalu meninggalkan lokasi.

15 menit kemudian atau pukul 22.15 wita, Iman yang diduga sudah di bawah pengaruh minuman berakohol kembali melintas sembari berteriak ke arah kumpulan warga “Lala mulu (lelah mulut,red)”. Kondisi itu sempat memancing emosi warga yang sedang mengikuti sosialisasi.

Tak lama berselang, sekitar pukul 22.30 wita, Iman kembali datang ke lokasi sosialisasi. Kali ini dia menghentikan sepeda motornya dan lantas turun sambil memegang sebilah pisau.

Iman lantas berlari ke arah warga yang sedang mendengar pidato Adhan Dambea. Sontak hal itu membuat sebagian warga terkejut dan panik. Para warga, khususnya ibu-ibu langsung histeris. Sementara sebagaian warga lainnya berusaha melawan dengan melemparkan kursi plastik ke arah Iman.

Beruntung kejadian itu tak berlangsung lama. Petugas kepolisian langsung ke lokasi dan mengamankan Iman bersama sebilah pisau dapur. Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan saat mengamkan Iman. Hal itu menjaga agar Iman tak menjadi sasaran emosi warga. Sebab, warga yang tadinya lari menyelamatkan diri kini balik ingin menyerang Iman.

Usai Iman diamankan, sosialisasi kembali dilanjutkan. Di hadapan masyarakat, Adhan Dambea mengatakan, pihaknya memohon maaf atas persoalan ini. Pada dasarnya, pihaknya tidak pernah memulai. Namun ketika hal ini sudah berulang kali terjadi, maka pihaknya pula tidak ingin tinggal diam. “Kami mohon maaf atas insiden ini,” ujarnya.

Selasa (31/10) pukul 01.00 Wita dini hari, Adhan Dambea dan Budi Doku, mendatangi Polsek Kota Barat. Keduanya datang untuk membuat laporan. “Kami sangat berterima kasih atas langkah cepat dari pihak Polsek Kota Barat dan Polres Gorontalo Kota yang langsung mengamankan oknum masyarakat yang sudah membuat keributan. Kami menyesali insiden ini. Oleh karena itu, hal ini kami laporkan guna mendapatkan keadilan,” terang Charles Budi Doku.

Tak hanya itu saja, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Kapolda Gorontalo dalam memberantas Minuman Keras (Miras). Tentunya hal ini patut didukung oleh pemerintah daerah, sehingga pemberantasan Miras dapat lebih maksimal lagi. “Untuk memberantas Miras, kita harus bekerjasama. Mulai dari aparat penegak hukum hingga pemerintah,” ungkapnya.

Kapolsek Kota Barat Iptu La Ode Arwansyah,SIK bersama Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota AKP Tumpal Alexander,SIK mengaku, sudah menerima laporan dari Adhan Dambea terkait dengan insiden tersebut. “Kami sudah menerima laporan dan akan kami proses sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkas kedua perwira alumni Akpol ini. (kif/hg)

(Visited 10 times, 1 visits today)

Komentar