Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sosialisasi KPU Tak Dihadiri Calon Walikota

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 18 Desember 2017 | 10:25 Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Pelaksanaan sosialisasi persyaratan dan syarat calon walikota dan wakil walikota Gorontalo tidak dihadiri oleh satupun bakal calon walikota maupun wakil walikota Gorontalo. Padahal sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo mengundang keenam bakal calon walikota dan wakil walikota untuk hadir dalam pelaksanaan sosialisasi.

Sebaliknya keenam bakal calon lebih memilih untuk mewakilkan salah seorang juru bicaranya untuk hadir dalam pelaksanaan sosialisasi ini, dengan alasan beragam kesibukan baik secara pribadi ataupun agenda politik lain.

Pantauan Gorontalo Post, minggu (17/12) kemarin, pelaksanaan sosialisasi sendiri dibuka sejak pagi hari. Selain menghadirkan perwakilan partai, sedianya sosialisasi ini ikut menghadirkan enam bakal calon walikota dan wakil walikota Gorontalo yang digadang maju di Pilwako Gorontalo.

Dikonfirmasi KPU, enam bakal calon masing-masing, Adhan Dambea, Marten Taha, Rum Pagau, Budi Doku, Rian Kono dan Rusliyanto Monoarfa telah diundang secara resmi oleh KPU Kota GOrontalo untuk hadir dalam pelaksanaan soasialisasi yang membahas terkait teknis persyaratan yang nantinya akan disampaikan oleh para calon, saat pencalonan melalui jalur partai Pilwako Gorontalo.

Namun, sayangnya hingga sore hari tidak ada satupun bakal calon walikota dan wakil walikota yang datang memnuhi undangan KPU Kota Gorontalo. Sebaliknya, para bakal calon malah mengirimkan perwakilannya untuk hadir.

Ketua KPU Kota Gorontalo, La Aba, S.Pd M.Pd saat dikonfirmasi Gorontalo Post mengaku sangat menyayangkan tidak adanya bakal calon yang memenuhi undangan dari KPU. Mengingat pelaksanaan sosialisasi ini sangat krusial, guna mengantisipasi terjadinya salah tafsir atas persyaratan yang diwajibkan oleh KPU untuk para calon saat pencalonan nanti.

“Tentu kami sangat menyesalkan ketidakhadiran bakal calon hadir dalam kegiatan ini, karena kami selain perwakilan partai dan LO bakal calon, kami juga mengundang bakal calon itu sendiri untuk hadir,” terangnya.
Olehnya, La Aba berharap kedepannya, para bakal calon bisa lebih menghormati undangan yang disampaikan oleh penyelenggara KPU.

“Kedepan kalau ada bakal calon yang tidak menghadiri undangan KPU, tentu akan menjadi catatan tersendiri bagi KPU,” tegasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Gorontalo Post usai pelaksanaan sosialisasi, sejumlah perwakilan bakal calon memiliki alasan sendiri-sendiri mengenai ketidakhadiran mereka dalam pelaksanaan sosialisasi itu.

Jori Karim juru bicara pasangan AD-CBD (Adhan Dambea-Charles Budi Doku) mengatakan, ketidakhadiran bakal calon walikota dan wakil walikota Gorontalo, Adhan Dambea dan Budi Doku bukan karena tidak ingin menghargai undangan dari KPU. Sebaliknya, menurut Jori Adhan Dambea sudah memerintahkan kepadanya untuk menghadiri langsung kegiatan ini karena Adhan tengah bermasalah dalam kesehatan.

“Pak Adhan lagi kurang sehat, makanya beliau memerintahkan saya untuk mewakili kehadirannya disini,” ujarnya. Tak hanya itu, Jori juga menegaskan, kehadirannya sudah merepresentatifkan pasangan AD-CBD.

Lain hal dengan pasangan Rum Pagau-Rusli Monoarfa, pasangan yang mendapat rekomendasi dari PPP dan PDI-P ini tidak menghadiri pelaksanaan sosialisasi ini karena baru saja tiba di Gorontalo usai mengikuti sekolah kader PDI-P di Jakarta sejak beberapa waktu belakangan ini.

Hal ini seperti yang disampaikan langsung oleh Paris Djafar selaku perwakilan pasangan Rum-Rusli. Paris mengatakan, baik Rum Pagau maupun Rusli Monoarfa baru saja tiba di Kota Gorontalo.

“Pak Rum dan Pak Rusli tengah menghadiri salah satu agenda bersama warga Kota Gorontalo, makanya belum bisa hadir dalam kegiatan ini, tapi beliau sudah mengutus secara khusus saya bersama tim lain untuk mewakili beliau menghadiri langsung kegiatan ini, beliau juga tadi sempat menitipkan permohonan maaf, karena masih ada agenda bersama masyarakat Kota Gorontalo,” ujar aktivis murah senyum itu.

Sementara itu, terpisah Yudin Laliyo Juru Bicara Marten Taha mengungkapkan, ketidakhadiran Marten Taha dalam pelaksanaan sosialisasi ini karena tenagh berada di luar daerah. “Pak Marten ada agenda kedinasan di luar daerah, makanya tidak bisa hadir,” ujarnya. Namun menurut Yudin, kehadirannya sudah merepresentasikan kehadiran Marten Taha. (tr-45/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar