Rabu, 30 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sosialisasikan PSBB, Bupati dan Walikota Diminta Libatkan ASN

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Jumat, 8 Mei 2020 | 11:11 WITA Tag: , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (Tengah) saat memipin rapat secara virtual dengan Forkopimda dan Bupati/Walikota se Gorontalo, Kamis (7/5/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota harus dilibatkan dalam mensosialisasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saran ini disampaikan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memimpin rapat virtual tahapan sosialisasi PSBB, Kamis (7/5/20200).

“Kurang lebih 10 ribu ASN Provinsi Gorontalo kami wajibkan untuk menyebarkan sosialisasi PSBB dan itu menjadi penilaian kinerjanya. Kiranya ini bisa diikuti oleh kabupaten/kota,” ucap Rusli Habibie.

Dikesempatan itu, Rusli Habibie juga meminta pemerintah kabupaten/kota dapat memberdayakan para pedagang dengan bekerja sama dalam menyiapkan bahan pangan yang akan disalurkan oleh pemerintah kepada warga yang terkena dampak virus Covid-19. “Kita bisa beli bahan pangan pokok yang dijual oleh para pedagang itu, sehingga mereka juga tidak terdampak ekonominya,” ujar Gubernur.

BACA  Sulit Bernapas saat Menggunakan Masker? Ini Triknya

Sementara, dalam evaluasi tersebut terungkap, tahapan sosialisasi PSBB di kabupaten/kota telah berjalan dengan baik dan sukses. Indikatornya terlihat dari tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan PSBB yang antara lain meliputi pembatasan waktu beraktivitas, penutupan sejumlah pasar mingguan, serta pembatasan pelaksanaan kegiatan ibadah di tempat-tempat ibadah.

Seperti yang diutarakan oleh Wali Kota Gorontalo Marten Taha, dari enam pasar mingguan yang ada di Kota Gorontalo seluruhnya sudah ditutup dan menyisakan empat pasar harian yang diperbolehkan untuk beroperasi dengan aktivitas yang dibatasi hingga pukul 17.00 Waktu Indonesia Tengah. Sementara dari 308 masjid, sudah di atas 90 persen yang tidak melaksanakan salat berjamaah.

BACA  Pemprov Gorontalo Sabet Dua Penghargaan Dari Menkeu

“Tinggal di Kecamatan Dumbo Raya masih ada tiga masjid, di Sipatana dua masjid, dan satu masjid di Kota Tengah. Selebihnya sudah tidak ada lagi yang menyelenggarakan salat berjamaah. Tetapi di beberapa masjid khususnya pada waktu salat Dzuhur dan Ashar masih ada yang melaksanakan salat berjamaah dengan jumlah paling banyak enam hingga tujuh orang. Namun pada waktu salat lainnya sudah tidak ada sama sekali,” kata Marten Taha.

BACA  Menkopolhukam Apresiasi Hand Sanitizer Ala Gorontalo

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara (Gorut), Pohuwato, dan Boalemo. Di Kabupaten Gorut, pemerintah daerah telah menutup 17 pasar mingguan. Pemda Gorut bahkan mendorong camat dan kepala desa membuat inovasi bekerja sama dengan pedagang pasar mingguan untuk mendistribusikan bahan pangan kepada warga yang membutuhkan.(adv/rwf/hg)


Komentar