Rabu, 7 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



SPBU Marisa Marak Pengisian Galon

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 9 November 2016 | 12:38 WITA Tag: , , ,
  


 

Hargo.co.id MARISA – Sudah hampir seminggu belakangan ini warga di seputaran Marisa, Buntulia dan Duhiadaa lagi dilanda kritis BBM (bahan bakar minyak). Bagaimana tidak, meski pasokan BBM diklaim lancar, namun masyarakat tetap saja sulit mendapatkan BBM langsung dari SPBU setempat.

Salah satu alasannya adalah, tidak ada pembatasan untuk pengisian galon.  Pantauan Gorontalo Post, kemarin, Selasa (8/11), pengisian BBM di SPBU Marisa sudah relatif normal dan tidak lagi diiringi dengan antrian yang panjang.

Namun, sejumlah warga tetap saja mengeluh karena tidak ada prioritas antara konsumen yang benar-benar memerlukan BBM untuk aktivitasnya dengan pengisian galon. “Kemarin (Senin, 7/11), sama sekali tidak ada bensin. Di SPBU kosong, di depot-depot (bensin eceran,red) kosong olo,” jelas Usman, PNS yang juga warga Marisa.

BACA  Meresahkan Warga, Pelaku Pocong Palsu Akhirnya Ditangkap

Hal itu semakin diperparah dengan beredarnya wacana bahwa jatah BBM jenis premium akan dikurangi dan akan digantikan dengan jenis Pertalite. Akibatnya, intensitas pengisian BBM melalui galon menjadi lebih meningkat akibat kepanikan.

“Itu SPBU, baru diisi (oleh mobil tanki,red), 3 jam sudah habis. Banyak masyarakat yang lari ke SPBU Randangan. Disana juga sudah habis,” tambah Usman lagi. Menurutnya, persoalan yang terjadi di SPBU Marisa sudah berlarut-larut dan membutuhkan solusi permanen agar distribusi BBM kepada masyarakat bisa terealisasi dengan baik.

BACA  Terlibat Kasus Narkoba, Oknum Polisi Ini Dipecat dan Pidana 9 Tahun

“Ini membutuhkan ketegasan dari semua pihak,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan, Diskoperindag dan Invesda Pohuwato, Irfan Lalu, ketika dikonfirmasi ikut mengamini permasalahan kritis BBM di Marisa dan sekitarnya. Yang juga menjadi permasalahan adalah bertambahnya pencari BBM dari luar wilayah seputaran ibukota seperti Marisa, Buntulia dan Duhiadaa.

BACA  Pasangan Pemeran Konten Asusila di Bogor Mengaku Dapat Untung Rp 19,5 Juta

“Masyarakat yang dari Paguat, terutama sampai Mananggu dan sekitarnya, mereka kan lebih dekat mengisi BBM di Marisa daripada harus ke Tilamuta,” ujar Irfan. Ditambahkannya, dengan kondisi seperti itu, Marisa sudah seharusnya memiliki tambahan satu SPBU lagi untuk mencegah penumpukan pengisian di SPBU Marisa.

Hingga kini, Irfan mengatakan, pihaknya hanya selaku pengawas di lapangan dan belum bisa berbuat banyak kecuali dengan cara-cara persuasif. “Kami tetap berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mencari jalan keluar untuk masalah BBM di Marisa.(axl/hargo)


Komentar