Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Spesialis Pembobol Kantor Diringkus, Ini Buktinya 

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Selasa, 28 Agustus 2018 | 08:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Jajaran Polres Boalemo akhirnya berhasil mengungkap satu komplotan dalang kasus pencurian di beberapa kantor pemerintahan di Kabupaten Boalemo. Sedikitnya lima tersangka yang tinggal dari beberapa daerah ini berhasil diringkus berdasarkan rangkaian penyelidikan polisi.

Dari informasi yang dirangkum Gorontalo Post, sebelumnya pada 28 Juli 2018 telah terjadi pencurian di tiga kantor instansi pemerintah Boalemo di yakni di Inspektorat Daerah, Dinas Koperindagkop dan Dinas Kominfo Boalemo. Atas laporan adanya pencurian, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mencurigai sebuah mobil Nissan Grand Livina dengan nomor Polisi DN 1332 NY yang diduga dipergunakan oleh tersangka pencurian.

Dua hari kemudian, tim opsnal Polres Boalemo dibantu oleh tim opsnal Polres Gorontalo Kota menangkap dua orang tersangka sejumlah barang-barang elektronik di dalam mobil tersebut. Keduanya, yakni AS alias Dul warga Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan IT alias Wan warga Desa Pinontoyonga, Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara (Gorut).

Dua tersangka tersebut berhasil diringkus ketika berkeliaran di wilayah Kota Gorontalo. Adapun beberapa barang elektronik dari dalam mobil, diantaranya, satu buah laptop berwarna merah, seperangkat alat untuk peralatan jaringan dan lain sebagainya.  Berkat tim opsnal Polres Gorontalo Kota, dua pelaku kemudian digiring ke Polres Boalemo untuk pengembangan lebih lanjut.

BACA  Harga Ayam Kampung di Kota Gorontalo Tembus Rp 100 Ribu per Ekor

Dari hasil pemeriksaan dari keduanya, didapatkan informasi bahwa tersangka lainnya yakni lelaki berinisial AM alias Min dan AI alias Pian yang tinggal di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato.

Keduanya pun kemudian dijemput oleh tim opsnal Polres Boalemo beserta sejumlah barang bukti lainnya mulai dari tiga buah computer all in one, satu buah laptop merek compact, satu unit TV merek Samsung ukuran 42 inchi dan satu buah keyboard merek Yamaha.

Polisi kembali melakukan penyelidikan lebih dalam lagi. Dan dari pengakuan para tersangka pula, mereka telah melakukan pencurian di SMP Negeri 4 Dulupi, dimana yang diambil pada saat itu yakni satu buah keyboard merek Yamaha. Kala itu, mereka beraksi bersama seorang lagi berinsial D alias Dodi yang berdomisili di Desa Ayula, Bulango Selatan, Bone Bolango. Setelah semuanya diamankan beserta barang bukti, polisi kemudian melakukan penahanan dan masih memproses kasus tersebut.

BACA  Simpan Narkoba dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang Lion Air Diciduk

Pada konfrensi pers, kemarin, Senin (27/8), Kapolres Boalemo, AKBP Ade Permana yang didampingi Kabag Ops, AKP Abdul Warits Bahesti dan Kasat Reskrim, Iptu Darwin Pakaya di depan wartawan menjelaskan, para pelaku ini merupakan spesialis kasus pencurian di sejumlah kantor yang ada di Boalemo. Tak hanya itu saja, ada beberapa pelaku yang juga merupakan residivis kasus yang sama atau sudah keluar masuk lembaga akibat kasus pencurian.

“Akibat aksi mereka ini, pihak kantor mengalami kerugian kurang lebih Rp 75 juta dan oleh para pelaku pula, mereka sudah menjual beberapa barang elektronik seharga Rp 5,5 juta. Sedangkan barang lainnya baru direncanakan untuk dijual oleh para pelaku,” ungkap Ade Permana.

Alumnus Akpol 2000 ini menambahkan, para pelaku melakukan aksi mereka pada saat malam hari atau sekitar Pukul 01.00 Wita. Modus mereka yakni dengan cara mencongkel jendela yang tidak memiliki pengaman dengan mempergunakan obeng besar. Tak ada kantor yang menjadi sasaran pasti, hanya saja ketika ada kantor yang terlihat sunyi dan tidak memiliki pengaman jendela, maka komplotan ini pun beraksi.

BACA  Pohon Tumbang di Jalan, Satu Unit Mobil Tertimpa

“AS alias Dul masuk terlebih dahulu ke dalam kantor dan mengambil barang-barang elektronik. Sedangkan yang lainnya menunggu di luar dan kemudian mengamankan barang elektronik yang diambil ke dalam mobil,” terangnya.

Tak hanya itu saja, para pelaku pula diduga ikut terlibat dalam sejumlah kasus pencurian lainnya yang ada di beberapa kabupaten.

“Masing-masing Polres jajaran pula turut melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kasus yang dilakukan oleh para pelaku yang sudah kami amankan ini,” katanya. Saat ini para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP subsider Pasal 362 jo Pasal 55 jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Sementara itu, tersangka AS dan IT mengaku, mereka melakukan aksi pencurian pada malam hari ketika suasana kantor sunyi. Barang-barang yang dicuri tersebut nantinya akan dijual kepada mereka yang membutuhkan.

“Baru keyboard yang kami jual. Kebetulan ada teman yang cari keyboard tarikan. Jadi kami ambil keyboard tersebut dan kami jual. Uangnya kami pergunakan bersama untuk kebutuhan makan dan lain sebagainya,” akunya.(kif/gp/hg)


Komentar