Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Spesialis Pembobol Rumah Didor, Begini Kronologisnya

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Senin, 9 Juli 2018 | 04:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Seorang spesialis pembobol rumah berinisial NS alias Arul (35), akhirnya dilumpuhkan polisi menggunakan timah panas setelah mencoba lari dan melawan saat hendak diringkus.

Saat ini, residivis kasus yang sama ini terbaring lemah di rumah sakit dengan dua luka tembakan di bagian pahan kanan dan kiri, serta patah kaki setelah hendak kabur dengan melompat pagar setinggi tujuh meter.

“Tersangka berusaha melawan dengan sajam (Senjata tajam), makanya kita lumpuhkan,” ungkap Wakapolres Gorontalo Kota, Kompol Wawan Andi Susanto, didampingi Kasat Reskrim, AKP Handy Senonugroho, usai kejadian, Sabtu (7/7).

Kejadiannya berawal dari NS alias Arul masuk salah satu rumah di jalan Kasuari, Kelurahan Heledulaa Selatan, Kota Timur, Kota Gorontalo, sekitar pukul 20.00 Wita, dengan cara merusak jendela kamar menggunakan linggis.

Ketika berada di dalam kamar, residivis yang tercatat sebagai warga Desa berlian, Kabila, Bone Bolango ini langsung saja melakukan aksinya dengan membongkar isi kamar dan mengambil sejumlah uang yang ditaksir senilai Rp 3 Juta.

BACA  Pohon Tumbang Menimpa Satu Unit Mobil, Kondisinya Rusak Parah

Namun rupanya NS tidak sendiri. Ada pemilik anak pemilik rumah yang saat itu sedang sendirian dan mendengar suara-suara yang aneh. Khawatir ada yang mencuri, sang anak kemudian menghubungi anggota polisi yakni Ipda Atmal yang bertugas di SPN Batudaa. Laporan itu pun kemudian ditindaklanjuti dengan menghubungi Bripka Renaldi yang merupakan Kanit Buru Sergap (Buser) Polres Gorontalo Kota.

Mendapatkan informasi itu, tim Alap-alap Buser Polres Gorontalo Kota langsung bergegas menuju lokasi. Ketika berada di lokasi, polisi kemudian mencoba masuk lewat pintu. Mendengarkan ada orang yang hendak masuk ke dalam rumah, NS alias Arul kemudian mencoba melarikan diri dengan keluar melalui jendela tadi.

Polisi yang berada di luar ketika melihat NS mencoba melakukan pengejaran. NS alias Arul pun mencoba melempar linggis yang dibawanya ke arah polisi yang sedang mengejarnya. Kemudian secepat kilat NS yang seperti dikejar setan berhasil melompat dan melewati pagar setinggi tujuh meter.

BACA  Jalan di Kota Gorontalo Masih Banyak yang Berlubang

Melihat NS berada di atas pagar dan hendak melarikan diri, anggota kemudian melepaskan tembakan peringatan disusul tembakan ke arah pelaku yang diduga mengenai kakinya. NS alias Arul yang sudah berada di seberang pagar, kemudian melarikan diri ke dalam rawa-rawa.

Kemudian Wakapolres, Kompol Wawan Andi Susanto, bersama Kasat Reskrim, AKP Handy Senonugroho bersama tim Alap-Alap serta tim Cobra dari satuan Sabhara langsung melakukan penyisiran di lokasi rawa-rawa. Berselang satu jam kemudian, NS alias Arul ditemukan bersembunyi di sebuah bangunan kosong.

Ketika hendak ditangkap, Arul kembali hendak menyerang dengan mengeluarkan senjata tajam. Melihat hal tersebut, anggota kembali melumpuhkannya dengan timah panas. Setelah berhasil dilumpuhkan, NS alias Arul dibawa ke Rumah Sakit Multazam dan di rujuk di RSAS Kota Gorontalo. Ternyata dia mengalami patah kaki karena melompat dari pagar yang tingginya tujuh meter.

“Bagian paha kiri dan kanan luka akibat tembakan. Namun yang paling parah yakni ketika pelaku lompat dari pagar, sehingga membuat kaki patah dan yang paling parah adalah kaki sebelah kanan,” tambah Wakapolres, Kompol Wawan Andi Susanto didampingi Kasat Reskrim, AKP Handy Senonugroho.

BACA  Polres Gorontalo Amankan Tiga Orang Terduga Terkait Narkoba

Tak hanya itu saja, dari tangan tersangka polisi juga mengamankan uang tunai sekitar Rp 3 Juta, tas sandang warna hitam, 3 buah obeng, satu buah tang, satu unit smartphone merek Samsung, sebuah linggis, sebuah trail besi dan satu buah senjata tajam.

“Iya, tersangka merupakan residivis kasus yang sama yakni pencurian dengan melakukan pembobolan rumah dan sudah pernah ditahan pada 2014 silam. Kami pun masih melakukan pengembangan untuk dua tempat kejadian perkara lainnya,” pungkas keduanya.

Sementara itu, pantauan Hargo.co.id (Gorontalo Post Grup), ada kurang lebih 10 orang personel Polres Gorontalo Kota disiagakan di RSAS Kota Gorontalo untuk menjaga tersangka NS. Hingga berita ini diturunkan, polisi belum menginterogasi tersangka karena masih dirawat secara medis.(kif/gp/hg)


Komentar