Jumat, 22 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sri Dewi Nani: Persoalan Anak Tanggung Jawab Bersama

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo , pada Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:05 PM Tag: , , ,
  Kepala Dinas PPPA Kabupaten Gorontalo, Sri Dewi Nani. (Foto: Sucipto/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Gorontalo mengatakan, perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Tak bisa hanya dibebankan pada satu instansi saja.

Kepala Dinas PPPA Kabupaten Gorontalo, Sri Dewi Nani menjelaskan, hal tersebut perlu disadari bersamaan karena dalam kluster penilaian Kota Layak Anak (KLA), ada keterlibatan beberapa pihak sesuai dengan tugasnya masing masing.

“Bicara tentang perlindungan anak itu adalah memfasilitasi. Di dalam klaster KLA semua pihak dilibatkan, Karena berbicara tentang anak ini tidak semata mata tanggung jawab dinas PPPA. Menurut saya, ketika semuanya berbicara tentang anak, maka persoalan tentang anak, saya rasa selesai semua,” kata Sri Dewi Nani, Senin (11/10/2021).

Dirinya menjelaskan, Dinas PPPA memfasilitasi anak anak yang menjadi korban, baik korban kekerasan maupun pencabulan. Pihaknya, menyediakan pengacara khusus untuk anak yang menjadi korban. Sedangkan, untuk anak yang menjadi Pelaku, tersedia Balai Pemasyarakatan (BAPAS) khusus untuk anak.

“Jika anak korban, maka bukan hanya butuh pengacara tapi juga butuh pendampingan psikologis, itu untuk mempercepat pemulihan trauma anak,” terang Dewi Nani.

Dirinya mencontohkan, dalam kondisi Kabupaten Gorontalo yang akhir akhir ini dilanda banjir, maka anak anak yang menjadi korban banjir menjadi tanggung jawab BPBD, terlepas dari masyarakat lainnya yang terdampak.

Dirinya juga menyebut terkait Rehabilitasi Rumah Layak Huni, dimana dalam membangun atau merehabilitasi Rumah, Dinas Perumahan dan Pemukiman harus juga memperhatikan apakah lokasi yang akan dibuatkan program tersebut juga ramah terhadap anak.

“Demikian juga lingkungan keagamaan, maka itu peranannya kementerian agama. Kenapa seluruh pihak kami libatkan di situ? karena masing masing memiliki posisi masing masing. Dari sini bisa kita tahu bahwa Persoalan anak buka persoalan kami sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, solusi terhadap persoalan anak tidak hanya tentang anggaran. Setiap instansi yang berkaitan dengan anak, dalam setiap program yang dilaksanakan harus juga responsif terhadap anak.

“Siapa berperan apa itu yang paling penting daripada jumlah dana yang besar ditaruh di sini. Oke, (misalnya) kita sudah dapat KLA, kita sudah dapat Rp 10 M, saya nggak butuh itu, yang saya butuh adalah seluruh institusi yang berkaitan dengan anak, ada proporsi anggaran yang responsif terhadap anak,” kuncinya.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis

(Visited 36 times, 1 visits today)

Komentar