Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Stok Cukup, Pedangan Ikut-ikutan Naikan Harga Bawang Merah

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Rabu, 18 Januari 2017 | 13:22 WITA Tag: , ,
  


 

Hargo.co.id GORONTALO – Setelah sempat turun beberapa waktu lalu, harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Gorontalo kembali mengalami kenaikan.

Saat ini, bawang merah mengalami kenaikan harga Rp 10 per kg. Di Pasar Sentral Gorontalo, sebagaimana pantauan Gorontalo Post, Selasa (17/1), bawang merah dijual pedagang mulai Rp 40-44 ribu per kg.

Sebelumnya bawang merah dipatok dikisaran Rp 30 ribuan. Selain bawang merah, beberapa komoditi hasil pertanian yang mengalami kenaikan harga, diantaranya bawang putih yang dipatok Rp 40-45 ribu per kg, yang sebelumnya hanya berkisar Rp 35-38 ribu per kg.

BACA  Pandemi Covid-19 Bikin Permintaan akan Emas Naik Gila-gilaan

Bawang bombay dari Rp 20.000, pada dua minggu lalu, kini naik menjadi Rp 30 ribu per kg. Hal serupa juga dialami oleh komoditi cabe rawit atau rica yang hingga kni menembus Rp 80 ribu per kg.

BACA  Peluang Besar Bisnis Hidroponik di Perkotaan

“Saya juga tidak tahu kenapa harga bawang merah kembali naik. Padahal, pasokan juga tetap banyak. Kami hanya menyesuaikan saja, ketika dari pasar minggu, Andalas naik, otomatis di tingkat pedagang juga ikut naik,” kata Santi, pedagang bawang merah di Pasar Sentral Gorontalo.

Hal berbeda diungkapkan Yadin. Menurutnya, kenaikan harga beberapa komoditi ini, adalah masalah mekanisme pasar saja, yang mana beberapa pekan terakhir permintaan dari konsumen cukup banyak.

BACA  Sah! Berikut Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2021

“Menurut saya, ini cuman permainan pasar saja, atau dengan kata lain di mana banyak permintaan pasti harga barang itu naik, walaupun diketahui hingga saat ini, pasokan kedua jenis bawang masih lancar-lancar saja.

Dan harga juga tidak terlalu berubah tinggi. Hanya saja mungkin para pedagang juga menyesuaikan harga dari para pemasok kedua komoditi tersebut,” tutur Yadin, saat di temui di lapaknya.(tr-56/hargo)


Komentar