Selasa, 13 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Stok Melimpah Dari Sulteng, Harga Tomat Jadi Turun

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Kamis, 13 Juli 2017 | 12:13 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Kurangnya pasokan tomat dari petani lokal di Gorontalo membuat harga bumbu penyedap masakan yang satu ini meroket.

Terakhir, hanganya tembus sampai Rp 40 Ribu per Kg. Namun, dengan adanya pasokan tomat dari wilayah Sulawesi Tengah sejak awal pekan ini membuat harganya kembali turun.

Dari pantauan Gorontalo Post di pasar rakyat Limboto, kemarin, Rabu (12/7), tomat mulai dijual Rp 30 Ribu hingga Rp 25 Ribu per Kg.

Turun dari harga akhir pekan lalu yang mencapai Rp 40 Ribu per Kg. Penurunan harga tomat tersebut disebabkan terbukanya pasokan tomat dari wilayah Sulteng, utamanya dari wilayah Parigi Moutong, Toli-Toli hingga Buol.

BACA  Pandemi, Pemilik Kos-kosan di Bone Bolango Berikan Diskon 

Menurut pengakuan pedagang Limboto, serbuan tomat ini sudah berlangsung sejak Ahad.

Umar Pou, salah seorang pedagang barito (bawang, rica, tomat) di pasar rakyat Limboto mengatakan, pasokan tomat dari wilayah Sulteng sudah terjadi dua hari belakangan ini, sejak Ahad.

Pasokan dari Sulteng tersebut, kata Umar, relatif sangat membantu ketersediaan tomat mengingat tingginya permintaan tomat dari konsumen setelah harganya melambung tinggi lebih dari sepekan lamanya.

BACA  Kepiting Bakau Gorontalo Tembus Pasar Singapura

“Sekarang, tomat sudah turun. Sekarang lumayan, harganya Rp 25 Ribu. Banyak oto (mobil,red) datang dari Sulteng bawa tomat,” kata Umar.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Ka Uma ini tidak menjamin jika harga tomat masih bisa terjaga dalam beberapa pekan kedepan sembari menunggu produksi dari petani lokal, “Yang jelas, kalau pasokannya bagus, harganya bagus. Itu sudah hukum pasar,” katanya.

Sementara itu, Bagian Perdagangan, Dinas Perindag Kabupaten Gorontalo, Jilpan Liputo, juga mengakui bahwa terjadi penurunan signifikan terhadap harga tomat.

BACA  UMKM Sulit Dapat Modal, OJK: Itu Hanya Persoalan Komunikasi

Menurutnya, kenaikan harga tomat sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

“Jadi, ada tiga komoditas non beras yang seharusnya dijaga pasokannya, yaitu cabe rawit, bawang merah dan tomat.

Tomat akan sangat berpengaruh jika harganya melambung tinggi,” katanya. Ditanya soal tomat asal Sulteng yang “menyerbu” Gorontalo, Jilpan mengaku sudah mendengarnya dari pedagang namun belum diketahui berapa besar ekspansinya.

Namun pihaknya bersyukur sehingga harga tomat bisa kembali dijangkau oleh masyarakat,” pungkasnya.(axl/hargo)


Komentar