Stunting Turun, Pemerintah Fokus pada Persoalan JKN

Wagub Gorontalo, Idris Rahim, Ketua Kwarda Pramuka Idah Syahidah, Forkopimda dan pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo foto bersama pada peringatan HKN ke 55. (Foto Istimewa)

-

Hargo.co.id, GORONTALO – Urusan kesehatan menjadi perhatian serius Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim. Kerja nyata sektor kesehatan sudah terlihat sejak awal pemerintahan pasangan Nyata Karya Rusli Idris (NKRI) ini, yakni dengan mencover seluruh masyarakat dalam jaminan kesehatan nasional  (JKN), Gorontalo kemudian ditetapkan sebagai salah satu daerah Universal Health Coverage.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, Gubernur Rusli Habibie gelisah ketika mendapati ada masyarakat yang kesulitan mendapat layanan kesehatan, apalagi persoalanya klasik, biaya. Sejak menjabat Bupati Gorontalo Utara, Rusli langsung memprogramkan kesehatan gratis, seluruh masyarakat bebas berobat di seluruh jenjang fasilitas kesehatan, bahkan jika butuh rujukan lanjutan, pemerintah daerah membiayainya. Program ini yang kemudian diteruskan Rusli Habibie ketika menjabat Gubernur Gorontalo sejak 2011 yang lalu.

“Saya tidak ingin dengar lagi, ada masyarakat pasien yang pulang (dari rumah sakit) lantaran tidak punya biaya. Saya perintahkan rumah sakit untuk merawatnya, persoalan biaya itu urusan pemerintah,”kata Rusli Habibie. Yang tidak bawa kartu (Jaminan kesehatan), tunjukan KTP, cukup KTP bisa dilayani,” tegas Rusli Habibie.

Program kesehatan ala Rusli-Idris yakni Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta), program ini kemudian diintegrasikan dengan BPJS Kesehatan. Untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis, Gubernur  hanya mensyaratkan, agar pasien bukan pemabuk dan perokok. Menurut Rusli, minuman keras (Miras) dan rokok, sama-sama merusak kesehatan.

“Pemerintah sudah berupaya programkan kesehatan gratis, tapi masyarakat sendiri yang mau merusak kesehatan mereka, dengan mengkonsumsi minuman keras dan merokok, padahal mereka tahu, sama-sama perusak kesehatan,” tandas Rusli Habibie.

Masih terkait kesehatan, Provinsi Gorontalo dalam lima tahun terakhir, tercatat berhasil menurunkan angka stunting. Stunting merupakan persoalan kesehatan serius di Indonesia, dimana anak menjadi kerdil, atau anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

Stunting ditandai dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Terlebih lagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus ditangani dengan segera dan tepat. Kebijakan Gubernur Rusli Habibie dalam penanganan stunting di Gorontalo bisa dibilang tepat dan berhasil, dalam lima tahun terakhir, persentase stunting di Gorontalo menyusut, dari 34 persen menjadi  32 persen.

Gorontalo bahkan menjadi daerah yang berhasil menangani stunting. Penurunan angka stunting di Gorontalo, diungkap Wakil Gubernur Idris Rahim, saat memberikan sambutan pada puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Provinsi Gorontalo, Selasa (19/11) di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo.

Menurut Wagub Idris Rahim, permasalahan stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi dua isu kesehatan utama yang diangkat dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun 2019 dengan tema ‘Generasi Sehat, Indonesia Unggul’.

“Menegaskan arahan Presiden Republik Indonesia, bahwa ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas yaitu Stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional. Sementara ada dua isu kesehatan lainnya yang juga harus diatasi, yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri,” ujar Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat membacakan Sambutan Menteri Kesehatan RI.

Lebih lanjut Wagub Idris menyampaikan, JKN telah dilaksanakan sepenuhnya. Walaupun besar tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan JKN ini, peningkatan pemanfaatan JKN menjadi bukti bahwa JKN  sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

“Untuk itu, mari kita cari solusi bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi saat ini dalam memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih adil dan merata,” imbuhnya.

Sementara pada kegiatan peringatan HKN, turut dilakukan pelantikan pengurus daerah Satuan Karya Pramuka Bakti Husada  (Saka Bakti Husada), pelantikan dilakukan langsung Ketua Kwarda Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie. (adv/hg)