Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Suami Direbut Oknum ASN, Emak-Emak di Boalemo Meradang

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Boalemo , pada Selasa, 15 Maret 2022 | 22:05 Tag: , ,
  Sekda Boalemo, Sherman Moridu, didampingi Asisten I dan tiga, saat menerima aduan emak-emak, terkait suaminya bersama oknum ASN Boalemo. (Foto : Abdul Majid Rahman)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tiba-tiba saja Sekda Boalemo Sherman Moridu, disambangi seorang emak-emak berdaster, saat makan siang di Rumah Makan Samudra, Tilamuta, pada Selasa, (15/03/2022).

Emak-emak tersebut, tampak ingin melampiaskan amarahnya, kepada seseorang yang terinformasi berstatus ASN di Boalemo. Yang mana, oknum ASN tersebut diduga telah merebut suaminya.

Emak-emak yang akrab disapa Nonce, asal Desa Pentadu Timur, Tilamuta itu pun, meminta kepada Panglima ASN Boalemo (Sekda), agar memecat oknum yang diduga mengganggu kehidupan rumah tangganya ini.

“Saya hanya minta oknum ASN yang bekerja di RSTN itu dipecat. Saya punya bukti-bukti kuat. Saya punya bukti pesan WhatsApp, dan punya foto telanjang dia (oknum ASN) berduaan dengan suami saya,” bebernya tanpa ragu.

Pun, ia mengancam, jika hal ini tidak ditindaklanjuti Pemda Boalemo, maka terpaksa ia akan mendatangi pemerintah Provinsi Gorontalo, guna mengadukan masalah rumah tangganya.

Sebelumnya menurut Nonce, informasi tentang hubungan gelap suaminya bersama oknum ASN RSTN tersebut, sudah lama ia terima. Namun ia baru percaya, ketika sudah mengantongi beberapa bukti belum lama ini.

Bukan saja itu. Kepada sejumlah wartawan, Nonce juga mengungkapkan, jika dirinya bahkan pernah mendengar suaminya telah menikah diam-diam pada waktu itu, membuat dirinya tak habis pikir hingga sekarang.

“Intinya yang saya mau perempuan itu dipecat. Soal sayang, saya masih sangat sayang dengan suami saya. Jadi tolong hal ini disikapi tegas oleh pemerintah Boalemo,” tutur Nonce, berharap.

Sementara itu, Sekda Boalemo Sherman Moridu, menegaskan, bakal menindak tegas siapa saja oknum ASN yang berani dan terbukti melanggar kode etik, maupun aturan-aturan yang berlaku tentang ASN itu sendiri.

“Ada beberapa peraturan yang semestinya tidak dilanggar. Misalnya, undang-undang nomor 5, 2014 tentang ASN. Ada juga PP 45 / 1990. Yang mana, PNS wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua, ketiga, keempat dan seterusnya,” kuncinya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 3.424 times, 1 visits today)

Komentar