Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Suami Tikam Istri Hingga Tewas, Ini Penyebabnya

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 9 Juli 2018 | 14:13 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id – GORONTALO – Warga Kelurahan Ipilo, Kota Timur, Kota Gorontalo dibuat gempar dengan kasus pembunuhan seorang wanita, Ahad (8/7) petang, sekira pukul 18.10 wita. Belakangan diketahui, perempuan bernama Pian Taha (28)warga Jl Farid Liputo, Kelurahan Tenda Kota Gorontalo tersebut meregang nyawa ditangan suaminya sendiri HH alias Herdi (38). Herdi merupakan warga Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pasangan suami istri ini dalam dua pekan terakhir tidak lagi serumah. Awalnya mereka tinggal bersama di rumah keluarga Pian Taha di Jl Farid Liputo, Kota Gorontalo. Tapi dalam beberapa pekan terakhir, terjadi prahara yang membuat rumah tangga kedunya tak akur. HH alais Herdi mencurigai istrinya memiliki pria idaman lain. Rumah tangga keduanya pun sering ribut.

HH kemudian meninggalkan istrinya dan membawa dua anak mereka yang berumur 11 tahun dan 9 tahun ke kediaman orang tuanya di Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo. Pian sebagai orang ibu tidak terima bagitu saja, buah hatinya dibawa suaminya. Ia kemudian terus memita HH alias Herdi untuk memgembalikan anak-anaknya. Puncaknya, Ahad (8/7) kemarin. Sekira pukul 18.10 Wita, Pian menghubungi Herdi agar mengantar anaknya di rumah mereka.

Tapi permintaan Pian tak digubris Herdi. Ia meminta istrinya itu untuk untuk mengambil sendiri anak mereka di Kelurahan Moodu. Pian pun menolak. Sebaliknya, Pian meminta agar Herdi bertemunya di lorong dekat Hotel Citra, tepatnya di jalan Merdeka, Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo. Permintaan Pian disahuti Herdi. Hanya saja, Herdi yang sudah menikahi Pian lebih kurang 12 tahun itu, diduga memiliki niat lain. Sebelum bertemu ibu dari dua anaknya itu, Herdi sudah menyiapkan barang tajam terlebih dahulu, termasuk mengkonsumsi minuman keras (Miras).  ]

Syarif Raih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden

Tak berapa lama usai janjian bertemu, Herdi tiba di lokasi. Disitu sudah ada Pian. Terjadi adu mulut diantara kedua pasangan suami istri ini. Herdi yang diduga emosi dan dalam pengaruh Miras, tiba-tiba mengeluarkan sebuah pisau besi putih yang ia siapkan sebelumnya. Tanpa berpikir panjang, Herdi menancapkan pisau itu ke perut istirinya hingga luka tusuk yang cukup dalam. Pian nyaris terkapar. Sambil memegang perutnya yang berlumuran darah, ibu dua anak ini berusaha minta tolong dan melawan. Tapi di lorong sempit itu ia tak bisa berbuat banyak.

Apalagi Herdi masih belum puas menganiaya isitrinya, usai menancapkan pisau di perut, abang bentor ini kemudian menusukkan pisau besih putih itu ke bagian dada istrinya. Dua tusukan bertubi-tubi itu, membuat Pian seketika terkapar. Herdi yang mengetahui istrinya tak lagi berdaya, meninggalkanya begitu saja di gang sempit itu. Ia langsung menumpangi bentor ke rumah orang tuanya di Kelurahan Moodu. Sementara itu di lokasi kejadian, warga yang melihat sosok wanita terkapar di tengah gang, langsung menolongnya dan membawa Pian ke RS Multazam, Kota Gorontalo.

Saat itu kondisi Pian sangat kritis. Sayang hanya beberapa saat mendapat perawatan medis, nyawa ibu muda ini tak dapat terselamatkan. Menurut informasi kepolisian, Herdi ketika tiba di rumah orang tuanya, langsung menyampaikam jika ia baru saja membunuh istrinya. Ketika itu, ia meminta orang rumah agar menghubungi polisi dan mengantarnya ke kantor Polisi untuk menyerahkan diri.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK,MM melalui Kasat Reskrim AKP Handy Senonugroho,SIK menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, diduga pelaku sakit hati terhadap korban karena diduga korban selingkuh dan membuat rumah tangga mereka rusak. ìPerkara ini masih sementara kami dalami. Pelaku diduga sudah merencanakan pembunuhan ini dan pelaku juga sudah dalam keadaan mabuk ketika melakukan aksinya,î pungkasnya. Pihak polisi sendiri masih belum bisa melakukan pemeriksaan mendalam kepada pelaku sebab dalam pengaruh Miras. Sementara itu, pihak kelauarga korban hingga tadi malam masih enggan menanggapi kasus ini. (kif/gp/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar