Minggu, 5 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Suasana Tampak Sepi, Siswa SDN 12 Kabila Trauma Masuk Sekolah

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 6 September 2017 | 12:13 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Peristiwa pohon tumbang yang menewaskan 2 siswa SDN 12 Kabila, Bone Bolango (Bonbol), tak hanya menyisakan duka yang mendalam, tapi juga trauma dari hampir seluruh siswa-siswi di sekolah tersebut.

Pantauan Gorontalo Post di SDN 12 Kabila, kemarin, Selasa (5/9), tampak sepi. Tidak ada siswa sama sekali yang lalu lalang atau sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah ini.

Yang ada di sekolah rata-rata hanyalah guru-guru dan beberapa orang tua murid. Kedatangan sejumlah orang tua murid ini untuk meminta izin untuk anaknya yang tidak akan masuk sekolah. Sejumlah orang tua mengatakan bahwa anaknya trauma.

BACA  Dari Hari Bhayangkara, Gubernur : Keamanan Daerah Tanggung Jawab Bersama

Ibrahim Sumardi, salah satu orang tua siswa ketika ditemui Gorontalo Post mengatakan bahwa anaknya mengalami trauma. Anaknya, kata Ibrahim, kerap dihantui rasa takut, mengigau dan bermimpi buruk di tengah malam, sejak kejadian pohon tumbang tersebut.

“Anak saya cerita, dia mimpi dikejar-kejar pohon tumbang. Saya pikir anak saya trauma makanya hari ini jangan masuk sekolah dulu. Saya sudah minta izin kepada guru-guru,” kata Ibrahim.

BACA  Hidung Tersumbat, Mual dan Diare, Gejala Baru Covid-19

Hal senada juga diakui langsung Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 12 Kabila, Rifat Mahmud. Menurutnya, sedikitnya ada 57 dari 136 siswa yang mengalami trauma berat berdasarkan orang tua siswa.

Bahkan, siswa yang mengalami trauma berat dan harus dirawat di Rumah Sakit Toto Kabila bertambah satu, kemarin, yakni Nurhayati Jagani (8). Sebelumnya, 2 siswa yang mengalami trauma dan mendapat perawatan Akbar Maulana (8) dan Fauzi Lasantu (8) hingga berita ini dilansir masih pula di rawat di rumah sakit.

BACA  APD Pilkada Dibiayai APBD, Beban Pemda Kian Berat

“Iya, tadi ada lagi satu siswa yang masuk rumah sakit. Informasinya memang karena banyak yang trauma,” kata Rifat yang ditemui Gorontalo Post, kemarin. Dia menambahkan, pihaknya akan berupaya mendukung orang tua dalam memulihkan kondisi psikis murid-murid SDN 12 Kabila.

“Kami juga masih memaklumi kondisi para siswa saat ini mengurungkan niat mereka untuk tidak masuk sekolah. Terutama untuk siswa kelas dua yang sampai saat ini masih terus dihantui rasa takut,” tandasnya.(axl/hg)


Komentar