Jumat, 5 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sudah Sebulan Lebih Rumah Terendam, Tabumela Terancam DBD

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 6 Desember 2016 | 11:20 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Lebih dari sebulan kemarin, Kabupaten Gorontalo diterjang banjir bandang. Sejumlah wilayah seperti Bilato, Boliyohuto, dan sebagian wilayah Tilango, terdampak bencana alam ini.

Bedanya, bila di wilayah Bilato dan Boliyohuto sudah cukup lama surut, maka di Tabumela, pemukan warga setempat hingga kini masih terus tergenang. Itu lantaran dataran Tabumela berada di pesisir Danau Limboto.

Lebih berbahaya lagi, lantaran genangan air di halaman itu, warga sudah banyak terserang penyakit diare, dan demam.

BACA  Terduga Pelaku Jambret Di Jalan Bali Diringkus Tim Zombie Polsek Kota Tengah

Selain itu, mereka juga khawatir munculnya Demam Berdarah Dengue (DBD), meningat genangan air itu sangat rentan menjadi sarang jentik nyamuk DBD.

Pantauan Gorontalo Post, Senin, (5/12), diantara pemukiman warga di Tilango yang masih tergenang yakni di Jalan Mujair.

Rumah yang tergenang jumlahnya ada belasan. Kondisi itu tidak saja membuat repot warga sekitar, tapi juga ikut membuat sulitnya mereka dalam memberoleh air bersih.

Menurut Romi Usman (31), salah satu warga yang rumahnya ikut terendam, air yang menggenangi halaman rumahnya itu sudah berlangsung sejak lebih dari sebulan lalu, tepatnya ketika Gorontalo intens diguyur hujan lebat.

BACA  Selama Februari, 13 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Gorontalo

“Air ini tak kunjung surut dikarenakan tidak adanya saluran untuk membuang air ke sungai. Sudah hampir dua bulan rumah kami masih terendam,” tutur Romi.

Menurut Romi, para warga ditempatnya itu pun kini mulai diserang berbagai macam penyakit seperti diare, demam, hingga gatal-gatal yang diduga disebabkan oleh banjir yang sudah begitu lama menggenangi tempat tinggal mereka.

BACA  Satu Unit Rumah di Kota Gorontalo Tertimbun Longsor, Seorang Dilarikan ke RS

Mereka sangat khawatir munculnya penyakit yang lebih berbahaya seperti demam berdarah.

Sampai dengan saat ini, sudah ada beberapa bantuan yang datang dari berbagai pihak yang cukup membantu meringankan beban para korban banjir untuk mengobati para anggota keluarga mereka yang sudah terserang penyakit.

Meski begitu para warga disini tetap mengharapkan adanya solusi untuk mengatasi masalah ini. (tr-55/hargo)


Komentar