Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sudah Usang, Tarif Pengujian Kendaraan dan PBB Perlu Direvisi

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Legislatif , pada Rabu, 14 Juli 2021 | 16:05 Tag: , ,
  Suasana rapat internal Komisi ll DPRD Kabupaten Gorontalo terkait agenda sepekan kedepan. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, meminta agar tarif pengujian kendaraan perlu direvisi. Ini sebagai upaya memaksimalkan pencapaian pendapatan asli daerah (PAD), sementara tarif menggunakan harga lama. 

“Perda perlu direvisi karena masih menggunakan tarif lama dan dan tidak pernah dievaluasi. Sangat disayangkan untuk pengujian kendaraan dalam hal ini pembuatan KIR untuk mobil sejenis kijang hanya dikenakan biaya sebesar Rp 100 ribu lebih. Seharusnya sudah dikenakan tarif Rp 300 ribu, jika dilihat dari harga mobil saat ini yang terus naik harganya,” ungkap Ketua Komisi II Ali Polapa. 

Lanjut kata Ali Polapa, salah satu upaya untuk memaksimalkan PAD dari Dinas Perhubungan yakni menaikkan tarif. Sehingga DPRD nantinya akan melakukan revisi terhadap Perda Pengujian Kendaraan. 

“Karena hanya akan direvisi, maka DPRD akan secepatnya mengusulkan revisi terhadap Ranperda Perubahan Tarif Pengujian Kendaraan. Tidak perlu lagi membuat naskah akademiknya,” harap Ali Polapa.

Tak hanya itu, Ali Polapa juga menyoroti soal tarif pajak bumi bangunan (PBB) yang mana menurutnya, perlu dikaji kembali. Alasannya, sudah tidak sesuai lagi, karena masih ada harga bangunan hanya sebesar Rp 10 ribu saja. Sementara saat ini nilai tanah dan bangunan sudah naik, sehingga perlu dilakukan perubahan. 

“Harusnya PBB itu sudah Rp 30 ribu atau Rp 50 ribu ke atas harganya, termasuk PBB pedesaan,sudah tidak sesuai dengan tarif saat ini,” tegas Ali Polapa. 

Sebagai mantan kepala desa, Ali Polapa mengungkapkan bahwa tarif PBB saat ini merupakan tarif 10 tahun lalu. 

“Sehingga kami berharap untuk tarif pengujian KIR dan juga PBB perlu dilakukan pembenahan dan revisi harga agar disesuaikan dengan harga saat ini,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo 

(Visited 29 times, 1 visits today)

Komentar