Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Suharso Monoarfa: Vaksinasi Tak Harus Dihindari dan Ditakuti

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Gorontalo Utara , pada Senin, 11 Oktober 2021 | 00:05 AM Tag: , , ,
  Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin (topi hitam) terus membangun komunikasi di tengah kunjungan kerja Menteri PPN/BAPPENAS, Suharso Monoarfa (topi putih), Sabtu (09/10/2021). (Foto: Istimewa).

Hargo.co.id, GORONTALO – Vaksinasi bukan sesuatu yang harus ditakuti oleh setiap orang atau sesuatu hal yang harus dihindari. Karena vaksinasi bukan merupakan sesuatu yang aneh. 

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri PPN/BAPPENAS RI, Suharso Monoarfa saat berkunjung ke Gorontalo Utara (Gorut) pada Sabtu (10/10) akhir pekan lalu untuk melihat pelaksanaan gebyar vaksinasi. Suharso menegaskan bahwa vaksinasi sebenarnya sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, namun dengan istilah lain. 

“Pastinya masyarakat Indonesia semasa Balita (Bawa Lima Tahun) hingga pada usia ke-12 mengetahui yang namanya vaksinasai, hanya saja dengan kata lain yakni imunisasi. Jadi, vaksinasi tak harus dihindari dan ditakuti,” ungkap Suharso.

Lebih lanjut Suharso mengatakan bahwa program vaksinasi sangatlah penting, karena dapat menjaga kekebalan tubuh agar terhindar dari Covid-19. 

“Untuk itu, setiap keluarga dianjurkan untuk ikut dalam pelaksanaan program vaksinasi,” kata Suharso.

Terutama untuk mereka para ibu dan bapak yang mempunyai anak serta memiliki cucu kata Suharso untuk dipastikan memperoleh imunisasi vaksinasi. 

“Agar kita semua dapat memastikan penularan tidak terbang, sehingga aktivitas masyarakat yang seperti semula akan segera kembali,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Menteri PPN/BAPPENAS sedikit menjelaskan juga terkait dengan rendahnya vaksinasi di Indonesia yang hari ini masih pada tataran 57 persen, dan posisi tersebut kembali turun pada pekan berjalan ini sebanyak 20 persen sehingga saat ini hanya 37 persen.

Suharso menegaskan bahwa pihaknya sangat khawatir jika imunisasi di tingkat anak-anak rendah akan dapat mempengaruhi tingkat penyebaran virus Covid-19. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 21 times, 1 visits today)

Komentar