Kamis, 21 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Suka Menganalisis Pluralisme Budaya

Oleh Fajriansyach , dalam Ragam , pada Selasa, 31 Juli 2018 | 09:00 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – MENJADI seseorang yang berani tampil beda dari yang lain memiliki kebanggaan tersendiri. Adalah Hariya Wartabone, perempuan kelahiran Gorontalo 22 Februari 1995 itu memilih untuk meneliti sesuatu tentang Pluralisme Budaya dalam Serial Animasi Upin dan Ipin.

Berbeda dengan teman-temannya memilih melakukan penelitian tentang fenomena komunikasi yang tengah terjadi saat ini. “Mungkin banyak yang menganggap serial Upin dan Ipin adalah sesuatu yang sepele, tapi kalau seseorang terbiasa menonton serial ini ia pasti akan mengerti bahwa ada banyak pesan positif yang terkandung di dalam serial tersebut, apalagi pesan positif untuk anak-anak,” tutur alumnus SMK Negeri 1 Limboto tersebut.

BACA  Malam Pergantian Tahun, Akses Keluar Masuk Bone Bolango Ditutup

Anak pertama dari pasangan mengaku, alasan dirinya menjadikan serial Upin dan Ipin sebagai objek penelitian Skripsinya ialah memang karena ia suka menonton serial tersebut dan juga karena dirinya suka menganalisis.

BACA  Bhabinkamtibmas Polsek Boliyohuto Bantu Warga Terdampak Covid-19

Selama melakukan penelitian kurang lebih dua bulan, Hariya mengaku mengalami suka dan duka tersendiri. Dimana ia sempat berpikir bahwa dosen seolah tak begitu tertarik dengan penelitian yang ia lakukan. Meski demikian, hal tersebut justru menjadi motivasi untuk Hariya dan tak menyurutkan semangatnya dalam menyelesaikan skripsi.

BACA  Malam Pergantian Tahun, Akses Keluar Masuk Bone Bolango Ditutup

Kini, berkat ketekunanya, serial Upin dan Ipin yang diteliti Hariya telah mengantarkannya meraih gelar akademik S.I.Kom (Sarjana Ilmu Komunikasi) tepat empat tahun. Hariya pun bersyukur dan berharap penelitiannya dapat bermanfaat.

“Lewat penelitian ini, membuatku tersedar bahwa sejatinya manusia tidak lepas dari keberagaman. Keberagaman itulah yang kemudian mengajarkan toleransi untuk bisa menerima perbedaan antara satu dan lainnya,” tutup Hariya. (tr61/gp/hg)


Komentar