Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sunat Dana BOK, Oknum Kepala-Bendahara Puskesmas Ditahan

Oleh Jamal De Marshall , dalam Gorontalo , pada Rabu, 25 Juli 2018 | 17:01 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Deretan oknum pejabat yang tersandung kasus hukum terus bertambah. Kali ini oknum Kepala Puskesmas Ilangata ED bersama oknum Bendahara Puskesmas Ilangata NG. Kedua pegawai yang berkecimpung di pelayanan kesehatan itu harus meringkuk di sel tahanan Polres Gorontalo. Itu setelah ED dan NG ditetapkan sebagai tersangka dugaan pungutan liar (pungli) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puksesmas Ilangata, Gorontalo Utara (Gorut).

Penahanan ED dan NG dilangsungkan, Ahad (22/7). Sejalan penahanan ED dan NG, Polres Gorontalo turut melakukan penggeledahan NG kantor Dinas Kesehatan Gorut, Senin (23/7). Dalam penggeledahan itu, petugas mengamankan sejumlah dokumen. Terutama berkaitan BOK yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

BACA  Objek Wisata Lombongo Dikembangkan Jadi Kawasan Agroeduwisata

Khusus untuk Puskesmas Ilangata, besaran BOK yang disalurkan pada tahun ini senilai Rp 700 juta. Besaran anggaran tersebut dipergunakan untuk membiayai sejumlah kegiatan pelayanan kesehatan. Penyerapan anggaran dilakukan sesuai kegiatan yang dilaksanakan.

ED dan NG menjadi tersangka lantaran ditengarai melakukan pemotongan terhadap insentif/honor bagi bidan dan perawat yang berasal dari BOK. Adapun besaran potongan berkisar 10-20 persen dari jumlah yang diterima oleh setiap bidan-perawat di lingkup Puskesmas Ilangata.

BACA  Rusli Habibie: Warga yang Belum Divaksin Covid-19, Bantuannya Ditunda

Aksi ED dan NG terbongkar setelah tim saber pungli Polres Gorontalo melakukan operasi tangkap tangan (OTT), Sabtu (14/7) saat pemberian BOK bagi bidan-perawat di Puskemas Ilangata.

Kapolres Gorontalo AKBP Purwanto melalui Kasat Reskrim AKP Rhemmy Belladona mengemukakan, berdasarkan barang bukti dan keterangan para saksi, ditemukan indikasi kuat praktek pungli di Puskesmas Ilangata. Khususnya berkaitan dengan penyaluran BOK.

“Oknum Kepala Puskesmas bersama oknum bendahara telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata AKP Rhemmy Belladona.

BACA  BPKH Paparkan Capaian Selama Pandemi Covid-19 

Menurut AKP Rhemmy, dari hasil pemeriksaan, dugaan praktek pungli diperintahkan oleh ED. Sementara NG selaku bendahara menjalankan perintah yang disampaikan ED.

“Alasannya untuk biaya akreditasi Puskesmas. Tetapi ternyata untuk akreditasi Puskesmas memiliki anggaran tersendiri,” ungkap AKP Rhemmy Belladona.

Menyangkut penggeledahan, AKP Rhemy mengatakan, hal itu dilakukan untuk melengkapi bukti-bukti yang telah diperoleh sebelumnya.
“Kami terus melakukan pengembangan terkait kasus tersebut hingga ke akar-akarnya,” katanya.(tr58/gp/hg)


Komentar