Senin, 1 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sungai Bulango Meluap, Dua Kecamatan ini Diterjang Banjir Hingga 3,5 Meter

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 3 Juni 2017 | 12:42 WITA Tag: , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Banjir yang terjadi di Kabupaten Bone Bolango menerjang dua kecamatan. Masing-masing Kecamatan Bulango Ulo dan Kecamatan Tilongkabila. Banjir di Kecamatan Bulango Ulo menerjang lima desa masing-masing Desa Tupa, Desa Kopi, Desa Boidu, Desa Tuloa dan Desa Longalo.

Banjir bandang tersebut disebabkan oleh meluapnya air sungai Bulango. Luapan air sungai itu merendam rumah dari sedikitnya 70 Kepala Keluarga (KK). Tak hanya rumah penduduk, banjir juga merendam area kantor camat Bulango Utara.

Tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Tapi kerugian materiil yang ditimbulkan diperkirakan cukup besar. Karena belaan hektar perkebunan jagung warga juga ikut tergenang air.

BACA  Azis Syamsuddin Sebut Gorontalo Butuh Perhatian Khusus

Kepala Desa Tupa, Kecamatan Bulango Utara, Neni Polihito mengaku, banjir mulai merendam rumah penduduk sekitar pukul 15.30-pukul 20.00 wita. Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Hingga pukul 20.00 wita tadi malam, BPBD Bonbol masih terus mengevakuasi warga yang berada di wilayah bantaran sungai Bulango.

Sementara di Kecamatan Tilongkabila, banjir merendam rumah warga di desa Bongoime. Ada sekitar tujuh rumah warga di desa tersebut yang terendam akibat saluran drainase yang tersumbat.

Kepala BPBD Bone Bolango Gagarin Hunawa mengatakan, ada tiga Kecamatan yang terdampak Banjir Bandang. Yang paling parah yakni di Kecamatan Bulango Utara terdapat lima desa yang disapu banjir bandang yakni Desa Tuloa, Kopi, Tupa, Boidu dan Sukadamai.

BACA  Dadang Pesan Lima Pasang Pakaian, Merlan Cukup Satu Pasang

Ketinggian air di wilayah itu berbeda-beda, yakni ada yang mencapai 3,5 meter, ada juga yang hanya mencapai 1,5 meter. Namun, Gagarin belum bisa merinci data berapa banyak rumah yang rusak dengan alasan masih dilakukan pendataan oleh masing-masing Kepala Desa.

Namun demikian kata Gagarin, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah dengan menyediakan tenda pengungsi, makanan siap saji, serta dapur umum untuk warga yang akan melakukan sahur. “Jadi penyebab di Bulango Utara ini jadi langganan banjir karena di sepanjang sungai Bulango khususnya yang ada di kawasan itu tidak ada tanggul yang menahan luapan air sungai,” terang Gagarin Hunawa.

BACA  Dorong Partisipasi Masyarakat, Wagub Gorontalo Minta Pemda Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Sementara itu wilayah lain yang terdampak banjir yakni di Desa Libungo, Kecamatan Suwawa Selatan dan Desa Tapadaa dan Desa Tolomato Suwawa Tengah. “Kalau di Desa Tapadaa airnya sudah surut meski sebelumnya saat sore harinya saat air naik mengakibatkan satu ekor sapi hanyut dibawa banjir,”tandasnya.(roy/hargo)


Komentar