Kamis, 21 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sungai Polanggua Naik, Warga Dusun 3 Kramat Was-Was

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Rabu, 18 Oktober 2017 | 13:59 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Hujan yang mengguyur Gorontalo, terutama wilayah Tapa-Bulango beberapa hari terakhir ini membuat warga di Desa Kramat, khususnya di dusun 3, was-was. Pasalnya, akibat volume sungai Polanggua naik, puluhan rumah warga yang berdiri tepat di bantaran sungai terancam kena imbas.

Zulkarnain Abdjul (35) mewakili warga setempat mengaku sempat panik dengan ancaman sungai Polanggua ketika hujan turun. Pasalnya, tebing yang berada tepat di belakang kediamanaya itu tak bisa lagi menahan luapan air kiriman dari wilayah Bulango Ulu dan Mongiilo.

BACA  Waspada, Terjadi Begal Payudara di Kabupaten Gorontalo

Bahkan, warga setempat memperkirakan jika sekali saja luapan air tersebut naik, maka kediamanya dengan pulahan rumah lainya bakal ambruk.
“Soalnya, tanggul beronjong so rubuh samua pak,” ketus Zulkarnain, kemarin, Selasa (17/10).

BACA  Pembunuhan di Leato Utara, Dilatarbelakangi Unsur Sakit Hati

Saat ini, warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai tersebut harus siaga dengan segala kemungkinan yang akan terjadi kedepannya, “Kami pasrah pak, hukum alam kapan saja datang menerpa pemukiman kami,” tambah Zulkarnain.

Sementara itu, Kepala Dusun 3 Desa Kramat, Iton Ndare mengatakan, pihaknya dengan seluruh jajaran pemerintah desa dan Kecamatan sudah membahas soal terancamanya pemukiman warga dari luapan sungai Polanggua.

BACA  Diduga Habis Nyabu, Pria di Gorontalo Diamankan Polisi

“Untuk selanjutnya kita masih tunggu keputusan rapat, apakah pemasangan kembali tanggul beronjong itu dialokasikan melalui dana desa atau melalui APBD Dearah, kita tunggu saja beberapa hari ini,” tandas Iton.(tr-54/hg)


Komentar