Selasa, 20 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Supplier e-Warung Harus Berdayakan Pangan Lokal

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Kab. Gorontalo , pada Sabtu, 3 April 2021 | 02:05 WITA Tag: ,
  Pomalingo saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi terkait Pelaksanaan Program BST 2021, di Ruang Madani, Kantor Bupati Gorontalo, Jumat (02/04/2021). (Foto: Istimewa/Kominfo Kabupaten Gorontalo)


Hargo.co.id, GORONTALO – Elektronik Warung Kelompok Usaha Bersama (e-Warung KUBE) atau yang dikenal dengan e-Warung merupakan agen yang bekerja sama dengan Bank Penyalur sebagai tempat penarikan/pembelian bantuan sosial oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kementrian sosial (Kemensos) RI.

Program yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu tersebut diharapkan dapatmeningkatkan akses keluarga miskin terhadap pelayanan keuangan. Dalam pelaksanaannya, agen dibebaskan untuk menentukan supplier yang menjadi pemasok barang yang kemudian akan dibeli oleh masyarakat.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo meminta para supplier dapat memberdayakan pangan lokal. Nelson Pomalingo mengklaim, Kabupaten Gorontalo banyak menghasilkan produk pangan, seperti halnya beras, telur serta komoditas lainnya yang dipasok oleh para supplier.

BACA  Gorontalo Tuan Rumah Festival Kabupaten Lestari

“Kita banyak menerima keluhan terkait bahan pangan soal supplier berasal dari luar daerah Kabupaten Gorontalo. Untuk itu, melalui rapat ini, BST harus menggunakan pangan lokal,” kata Nelson Pomalingo saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi terkait Pelaksanaan Program BST 2021, di Ruang Madani, Kantor Bupati Gorontalo, Jumat (02/04/2021).

“Isu yang berkembang bahwa ada beras dari luar daerah, ini akan kita atasi juga. Hari ini kita sepakati, datanya kita perbaiki, lalu suplier maupun e-warong benar-benar memenuhi syarat. Dan yang paling penting, Bahan yang ada di E-Warong itu harus lokal, tidak boleh beli dari luar. Kecuali barangnya tidak ada di kita,” kata Nelson Pomalingo

BACA  Program 'Kota Layak Anak' Tanggung Jawab Bersama

Terkait beras tersebut, Nelson Pomalingo meminta e-Warong agar dapat menyesuaikan kualitas beras dengan harga pasar, sehingga hasil pangan Kabupaten Gorontalo dapat diberdayakan. Menurutnya, standar kualitas beras tidak harus premium. e-Warung juga dapat menjual beras dengan kualitas medium dari petani lokal.

BACA  Pemkab Gorontalo Siap Selenggarakan Belajar Tatap Muka

“Tidah harus Premium, (kualitas) Medium tidak masalah, asal sesuai harga pasar. Sebab dalam petunjuk teknis (juknis) tidak disebutkan harus Premium atau Medium. yang terpenting jumlahnya 10 kilogram,” ungkap Nelson Pomalingo.

Nelson Pomalingo meminta persoalan tersebut dapat diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadhan nanti. “Karena ini bicara tentang keperluan warga kurang mampu, makanya saya minta agar problem-problem tentang pemasokan barang segera dibenahi. Apalagi ini mau memasuki Puasa,” Pungkasnya.(hiu/adv/hargo)


Komentar