Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Susah Belajar Online, Pasutri Bunuh Anak Kandung

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara Metropolis , pada Rabu, 16 September 2020 | 00:05 WITA Tag:
  Ilustrasi mayat anak-anaka Foto: Shutterstock


Hargo.co.id, LEBAK – Kasat Reskrim Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma mengatakan, Lia Handayani (26) dan Imam Safi’e (27) menganiaya anaknya hingga mengakibatkan kematian karena korban sulit belajar online.

“Ibu kandungya itu melakukan pemukulan lebih dari lima kali hingga anaknya Keysya Safiyah (8) kelas I SD meninggal dunia,” kata David, Senin (14/9).

Seperti yang dilansir JPNN.com, Ia mengatakan, pelaku merasa kesal melihat anaknya sulit untuk belajar secara online, sehingga mendapat penganiayaan dari ibu kandungnya sendiri.

BACA  Bang Adian Sebut Pemerintah Tak Konsisten, Ini Alasannya

Menurut dia, pelaku mulai mencubit dan memukul lebih dari lima kali menggunakan gagang sapu dan korban hingga terjatuh ke lantai.

Melihat anak kembarnya itu tak berdaya, pelaku merasa panik dan mengajak suaminya Imam Safi”e untuk pergi ke Kabupaten Lebak, Banten.

Pelaku pasangan suami istri (pasutri) itu menggunakan sepeda motor dari Jakarta ke Lebak bersama adik kembarnya dengan membawa jasad korban yang dimasukkan dalam kardus.

BACA  Pemuda di Padebuolo Gantung Diri, Orang Tua Tolak Otopsi

Setelah tiba di kampung halaman, Rabu (26/8), pelaku ziarah ke neneknya, sekaligus menguburkan anaknya secara diam-diam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Cipalabuh Kecamatan Cijaku Kabupaten Lebak.

“Beruntung, warga mencurigai kuburan itu dan dibongkar ternyata jasad anak berikut pakaianya,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa pelaku itu kerap melakukan penganiayaan terhadap Keysya Safiyah.

BACA  Jokowi Lantik 20 Dubes RI: Mendag Era SBY untuk AS, Eks Wartawan buat Singapura

Bahkan, tim penyidik mendapat file di telepon genggam pelaku yang memperlihatkan foto korban dengan luka lebam di bagian mata dan bibir.

“Pelaku kerap melakukan penganiayaan jika anaknya kesulitan belajar secara online,” katanya. (antara/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Pasutri Bunuh Anak Kandung karena Susah Belajar Online, Korban Kerap Dipukuli“. Pada edisi Selasa, 15 September 2020.

Komentar