Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Susah Cari Suami? Coba Datang ke Pulau Ini

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Dunia , pada Jumat, 28 April 2017 | 13:50 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id– Kepulauan Faroe terletak di antara Laut Norwegia dangan Atlantik Utara. Mereka adalah kawasan otonomi Kerajaan Denmark. Dan, para lelaki di Kepulauan Faroe ini sedang punya masalah. Mereka susah cari istri. Pasalnya, populasi perempuan di kepulauan ini sangat terbatas.

Seperti yang dialami Athaya Slaetalid. Dia pindah ke Faroe setelah menikah dengan Jan Slaetalid. Saat itu musim dingin dan musim tersebut berlangsung selama enam bulan. Kali pertama menghadapi musim dingin, Athaya akan duduk di depan tungku pemanas seharian.

”Orang akan meminta saya keluar rumah karena matahari bersinar cerah. Tetapi saya bilang, Tidak! Tinggalkan saya sendiri. Saya kedinginan setengah mati,” kenang Athaya. Ibu satu anak itu bertemu Jan ketika Jan sedang memulai bisnis di Thailand.

Dan Jan menyadari tantangan yang dihadapi istrinya bila pindah ke Faroe. Udaranya dan daratannya. ”Karena semua yang ada di Thailand berkebalikan dengan apa yang ada di pulau ini,” kata Jan.

BACA  Tanpa Sadar, Anggota Parlemen Kanada Telanjang Saat Sidang Daring

Tetapi, Athaya tidak sendirian, saat ini ada lebih dari 300 perempuan Thailand dan Filipina yang tinggal di Faroe. Mungkin tidak banyak, tetapi populasi Faroe juga hanya 50 ribu orang. Dan, angka 300 itu membuat Thailand serta Filipina mnejadi etnis minoritas paling besar di Faroe yang terdiri atas 18 pulau itu.

Memang, jumlah penduduk semakin berkurang. Anak muda meninggalkan Faroe untuk sekolah dan bekerja di tempat lain.

BACA  Aliansi Etnik Myanmar Angkat Senjata, 10 Polisi Junta Militer Tewas

Para perempuan juga lebih suka tinggal di luar negeri. Hasilnya, berdasar PM Axel Johannesen, Faroe sedang mengalami defisit gender. Lebih banyak lelaki daripada perempuan. Maka, tidak mengherankan bila lelaki Faroe mencari kekasih hati di negara lain.

Tetapi, cuaca dan kebiasaan yang kepulauan ini kerap menjadi tantangan. Misalnya suhu udara. Saat musim panas yang cerah pun, suhu paling tinggi hanya dikisaran 16 derajat Celsius. Pun dengan makanan yang tidak mengandung banyak bumbu seperti makanan Asia.(BBC/tia)


Komentar