Senin, 21 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Syari’at Islam Wajibkan Penghormatan Rumah Ibadah dan Haramkan Pembunuhan Tanpa Hak

Oleh Berita Hargo , dalam Persepsi , pada Rabu, 23 Mei 2018 | 11:04 WITA Tag: ,
  


Beberapa kejadian mengenaskan yang dikait-kaitkan dengan muslim, dakwah islam, syariah, juga penerapannya (Terlepas siapa Pelaku sebenarnya) sadar atau tidak telah berpengaruh dalam mencitra burukkan ajaran Islam.

Kasus yang terdekat yaitu serangan terror bom bunuh diri dibeberapa gereja di Surabaya yang dilakukan oleh wanita bercadar bersama dengan keluarganya, telah berimbas pada opini negative bahwa mereka yang berpenampilan islami harus diwaspadai gerak-geriknya karna lekat image teroris. Padahal, sungguh Islam tidak pernah mengajarkan hal yang demikian.

Islam sangat menghargai nyawa manusia. Allah mengancam dengan keras atas pembunuhan manusia. Jd tindakan terorisme yang menelan korban jiwa itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam…

Allah berfirman dlm QS Al Maidah : 32 yang Artinya …Barangsiapa yang membunuh seorangmanusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya… [QS Al Maidah : 32]

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allâh adalah Maha Penyayang kepadamu.” An-Nisa’/4:29]. Begitu pun dalam perkara jihad fisabilillah, sungguh Allah telah menentukan tata cara dan adab berjihad dalam Al-Qur’an dan hadits shahih, dan Allah tidak akan menerima amalan yang tidak sesuai dengan syari’atNya.

Jika memang kebiadaban terorisme bermula dari Islam, mengapa bisa aksi 411, 212 dan seterusnya berjalan dengan aman, damai dan tertib? Padahal jutaan umat muslim yang berkumpul pada saat itu bisa saja berbuat onar dan memporak porandakan Jakarta.

Tapi fakta berbicara tak ada kekerasan dan kerusuhan, hanya ada suasana khidmat dan damai yang diiringi oleh do’a. Tak ada sampah berserakan, hanya lingkungan bersih yang menjadi saksi santunnya umat muslim.

Maka, bisa disimpulkan bahwa isu memgaitkan terorisme dengan Islam sangat berbahaya, karena diduga mampu menciptakan framing negatif yang berakhir dengan ketakutan umatsecara umum baik muslim maupun non muslim terhadap agama Islam, dan khususnya bagi kaum muslimin sendiri akan menjadikan mereka enggan untuk memperdalam ajaran agamanya sendiri.

Nyatanya lagi dekadensi moral masyrakakat hari ini, pun Krisis kepemimpinan, juga bagian dari buah ketika Agama tak lagi dipelajari dan dipegang oleh masyarakat.Sehingga melabeli agama tertentu (Islam) dengan teroris tentu amat disayangkan.

Wallahua’lambishawab.

Oleh : Suryani Tjan Dunggio, A.Md


Komentar