Rabu, 20 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Syria Diduga Gunakan Senjata Kimia Lagi, Efeknya Mengerikan

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Rabu, 5 April 2017 | 14:59 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Usaha pemerintah Syria untuk mengenyahkan pemberontak terus memakan korban sipil. Terbaru, berdasar laporan Pengawas Hak Asasi Manusia Syria ( Syrian Observatory for Human Rights), setidaknya 58 orang terbunuh dan belasan lainnya terluka setelah pemerintah berkuasa melakukan serangan kimia di Kota Khan Sheikhoun.

Dilansir dari BBC, serangan pemerintah plus serangan jet-jet dari Rusia membuat banyak warga sipil mengalami kesulitan pernapasan. Tak hanya itu, setelah serangan tersebut, pesawat tempur kemudian menjatuhkan roket di dekat klinik lokal yang digunakan untuk merawat para korban, paramedis, dan aktivis oposisi.

Pemerintah Syria berulang kali menyangkal menggunakan senjata kimia. Namun, bila yang terbaru ini terbukti, maka ini akan menjadi serangan kimia paling mengerikan dan mematikan di Syria sejak perang sipil bermula enam tahun yang lalu.

Mohammed Rasoul, yang bertugas membawa ambulance amal di Idlib, mengatakan kepada BBC Arabic kalau serangan terjadi sekitar pukul 06:45 waktu setempat selasa (4/5). Ketika tiga ambulance datang ke lokasi kejadian 20 menit kemudian, paramedis menemukan orang-orang terbatuk-batuk dan sesak napas di jalan. ”Tim kami masih berada di sana membawa pasien dari satu tempat ke tempat lain karena RS penuh semua,” ulasnya.

Ditambahkan Rasoul, dia sudah berbicara kepada timnya dan semua anggota tim baik-baik saja. ”Namun situasi di sana sangat buruk. Dan korban terparah dari serangan itu adalah anak-anak,” ulasnya.

Rasoul mengatakan kalau sementara ini 58 orang terbunuh dan 300 lainnya terluka. Sementara, kantor berita oposisi Step melaporkan kalau korban tewas mencapai 100 orang.

Syrian Observatory yang mengutip sumber medis di Khan Sheikhoun, menulis kalau 11 anak-anak ikut tewas dalam serangan itu. Gejala mereka yang terkena serangan itu antara lain pingsan, muntah, dan mulut berbusa.

Sumber militer Syria menyangkal tuduhan kalau pemerintah menggunakan senjata kimia. Mereka menyebutkan itu adalah propaganda pemberontak. ”Militer tidak menggunakan senjata kimia dulu dan nanti. Karena kami tidak punya itu,” katanya. (BBC/Reuters/tia)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar