Selasa, 7 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tabrakan Peserta Pawai 1 Muharram, Kapolres Bantah Anggotanya Mabuk

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Metropolis , pada Senin, 3 Oktober 2016 | 14:06 WITA Tag: , ,
  


LIMBOTO, Hargo.co.id — Kejadiaan naas yang dialami peserta pawai 1 Muharram 1438 H yang berlangsung Minggu (2/10) di jalan Raya Limboto, komplek Menara Keagungan Limboto. Tepatnya di depan masjid Baitturahman, Limboto.

Akhirnya memakan korban jiwa. Ya, sejatinya hari itu menjadi hari menyenangkan bagi Saryadin Umar (16).

Pagi sekitar pukul 05.30 wita, Siswa SMK Negeri 2 Limboto itu hendak meramaikan pawai Muharram yang digelar Pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Namun nahas, niat siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) malah berbuah petaka. Saat menunggu pawai dimulai, Saryadin tertabrak mobil Grand Livina DB 4115 AH.

BACA  Bersihkan Lumpur Sisa Banjir Bandang, Tim Gabungan 'Sisir' Kelurahan Ipilo dan Bugis

Akibat tabrakan, kondisi Saryadin langsung kritis. Warga Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo itu dirujuk ke Rumah Sakit Aleoi Saboe (RSAS) Kota Gorontalo. Sayangnya tadi malam pukul 22.51 Wita, nyawa Saryadin tak tertolong lagi.

Tabrakan terjadi sekitar pukul 06.05 Wita. Saat itu jalan raya Limboto, tepatnya di depan Masjid Baiturrahman mulai dipadati peserta yang hendak mengikuti pawai Muharram.

BACA  Gubernur Sebut Provinsi Gorontalo Urutan 4 Pengguna Miras Terbanyak di Indonesia

Di saat para peserta mulai berkumpul, sebuah mobil Grand Livina Hitam DB 1145 AH melaju kencang dari arah Barat menuju Timur. Atau dari arah kantor Dewan Kabupaten Gorontalo menuju kantor Polres Gorontalo. Mobil tersebut dikemudikan FT, oknum anggota Polres Gorontalo.

FT terinformasi hendak menuju Polres Gorontalo setelah membeli nasi kuning di warung seputaran kantor DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo.

BACA  Tak Ingin Tertular Covid-19 di Pengungsian, Ibu dan Balita Tidur di Bentor

FT yang diduga dalam kondisi mabuk tersebut tak sadar bila mobilnya melaju kencang menuju ke arah peserta pawai Muharram. M. Lasena, salah seorang pegawai Dishub Kabupaten Gorontalo berusaha memberikan peringatan. Ia melambai-lambaikan tangan. Tapi ironinya, peringatan itu tak digubris FT.

“Saya berusaha memberi kode. Tetapi tak indahkan. Bahkan bila saya tak melompat, saya juga ikut jadi korban,” ungkapnya.

Laman: 1 2


Komentar