Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tahun Baru, Umat Muslim Diminta Berdzikir

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 24 Desember 2016 | 11:50 AM Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Jelang perayaan Natal dan tahun baru, umat muslim di Provinsi Gorontalo diimbau agar tidak berhura-hura dengan berlebihan untuk menyambut malam pergantian tahun masehi nanti. Selain itu, diharapkan dapat ikut menjaga keamanan dan teguh menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Umat muslim diminta melakukan hal yang lebih bermakna, misalkan dengan berdzikir bersama dibandingkan berhura-hura yang bisa berakibat huru hara,” tegas Kepala Seksi Urusan Agama Islam dan Bimbingan Syariah Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo, Arifin Pakaya, Jumat (23/12).

Dalam rangka perayaan Natal di Gorontalo, Arifin juga mengatakan agar tetap menjaga silahturahmi.

“Kepada seluruh warga Provinsi Gorontalo, untuk bisa tetap menjaga silaturahmi dan menghormati perayaan hari besar umat Kristiani yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru,” ungkap Arifin.

Menurutnya, toleransi antar umat beragama sangat perlu agar masyarakat bisa saling menghormati dan menjaga kerukunan antar umat beragama sehingga jika ada masyarakat Gorontalo untuk merayakan hari besar keagamaan, bisa merasa nyaman dan hikmat dalam beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

“Ada yang namanya toleransi antar umat beragama, yang artinya masing-masing umat beragama saling menghormati umat yang lain yang sedang melaksanakan ibadah,” kata Arifin.

“Misalkan, umat muslim sedang merayakan ibadah atau hari besar seperti Idul Fitri, maka umat beragama yang lain bertoleransi atau menghormati apa yang dilaksanakan oleh umat muslim. Begitupun sebaliknya, seperti yang akan dilaksanakan oleh umat Kristiani yang akan melaksanakan perayaan Natal dan Tahun Baru, maka umat beragama yang lain juga wajib menghormatinya,” lanjutnya.(TR-45/hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar