Kamis, 17 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tak Ada dalam Formasi CASN 2021, Penyuluh Temui Wabup

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Rabu, 26 Mei 2021 | 14:05 WITA Tag: ,
  Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu saat menerima perwakilan penyuluh pertanian guna menyuarakan kegalauan mereka terkait formasi CASN 2021. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO –  Sejumlah penyuluh pertanian yang masuk dalam Pegawai Tidak Tetap (PTT) menemui Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu. Mereka menyampaikan kegalauan terkait dengan peluang untuk menjadi aparatur negara di 2021 ini tak ada. Ini dikarenakan tak adanya formasi yang dibuka oleh pemerintah.

Betapa tidak, kegalauan hati mereka tersebut karena telah mengabdi di daerah ini ada yang sejak 2007 hingga saat ini belum mendapatkan kesempatan untuk menjadi abdi negara. 

“Saya telah menerima perwakilan penyuluh pertanian yang menyampaikan keluhan mereka terkait belum adanya formasi pegawai untuk 2021 ini,” ungkap Thariq Modanggu.

Hal yang paling mendasar, kata Thariq Modanggu, sebagian besar dari mereka telah menjadi penyuluh sudah lebih dari 13 tahun lamanya. 

“Jumlah penyuluh yang ada di Gorontalo Utara sejumlah 90 orang dan untuk pendidikan ada yang SMA dan ada juga yang sarjana pertanian,” jelasnya.

Dalam penyampaian mereka, kata Thariq Modanggu, keluhan yang disampaikan bahwa belum ada pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), karena yang ada pada 2021 ini hanya untuk guru dan tenaga kesehatan.

Terkait dengan adanya keluhan tersebut, Thariq Modanggu kemudian mengundang pihak Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gorontalo Utara untuk membicarakan apa yang menjadi keluhan dari para penyuluh pertanian tersebut. 

“Bersama dengan Sekretaris BKPP yang datang kemudian membicarakan hal tersebut, dan BKPP akan menyurati pihak Kementrian Pertanian dan juga BKN pusat agar secara bertahap dapat melaksanakan pengangkatan untuk penyuluh pertanian,” tegasnya.

Paling tidak, kata Thariq Modanggu, menyambung keterangannya pengangkatan tersebut memprioritaskan para tenaga penyuluh yang dari sisi umur sudah tidak memenuhi lagi persyaratan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

 “Yang tentu dapat diakomodir melalui PPPK,” kuncinya. (abk/adv/hargo)

BACA  Indra Yasin Minta Monitoring Warga yang Terpapar Covid-19

Komentar