Kamis, 25 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tak Ada Sanksi Push Up Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Limboto

Oleh Berita Hargo , dalam Ragam , pada Jumat, 5 Februari 2021 | 19:05 WITA Tag: ,
  Koramil 1314-02 Limboto bersama Jajaran Kepolisian, Satpol-PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo sat melakukan Operasi Yustisi di bawah menara keagungan Limboto. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid 19 di Indonesia, peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) semakin jelas dibutuhkan dalam penanganan pandemi global ini.

Dalam Inpres tersebut, TNI juga ditunjuk menjadi salah satu yang mendukung penanganan Covid-19.
Tak heran hingga saat ini berbagai kegiatan upaya untuk menekan penyebaran covid-19 terus dilakukan oleh TNI.

Tak hanya di tingkatan atas, penegakan protokol Covid 19 juga dilakukan jajaran TNI sampai di tingkat Komando Rayon Militer (Koramil). Di Kabupaten Gorontalo, Penegakan Protokol Kesehatan telah seringkali dilaksanakan oleh Koramil 1314-02 Limboto.

BACA  Polsek Bone Raya Kunjungi Tempat Ibadah dan Fasilitas Umum

Danposramil 1314-02 Limboto, Serma Un menuturkan, di bulan Februari ini, Koramil 1314-02 Limboto kembali menggelar Operasi yustisi dalam rangka penegakan disiplin untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19.

Pelaksanaan operasi yustisi tersebut dilaksanakan oleh Koramil 1314-02 Limboto bersama Jajaran Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gorontalo Di wilayah Binaan Koramil 1314 Limboto, diantaranya di bawah menara keagungan Limboto, Shoping Center, dan Spot Center Limboto.

BACA  ‘Iman Care’ Malaysia Wakaf 3.000 Alquran di Gorontalo

“Sesuai perintah dari komando atas kepada satuan bawah, khususnya koramil koramil yang ada di jajaran kodim 1314 gorontalo utara untuk tetap melaksanakan penegakan protokol kesehatan. Pelaksanaanya kita mulai sejak tanggal 31 Januari sampai dengan tanggal 8 Februari 2020,” Kata Serma Un kepada Hargo.co.id, Kamis (5/2/2021).

Selain melakukan operasi yustisi, kata Serma Un, Pihaknya juga membuat Baliho yang berisi imbauan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol kesehatan Covid 19 seperti memakai Masker, Mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

BACA  Wujudkan Jurnalis Profesional, 18 Wartawan di Pohuwato Ikuti UKW

“Apabila ada masyarakat yang tidak mengunakan masker, kami dari pihak koramil menyediakan masker untuk dibagikan,” ujarnya

Serma Un memastikan, tidak ada sanksi yang push up bagi para pelanggar. Masyarakat yang kedapatan melanggar protokol kesehatan hanya akan diberikan sanksi sosial yaitu dengan membersihkan sampah.

“Tidak ada sanksi Push Up dan sejenisnya. Pelanggar hanya di suruh untuk membersihkan sampah sambil di dadanya dipasangkan  tulisan : saya melanggar protokol kesehatan,” tegas Serma Un.(hiu/hg)


Komentar