Minggu, 28 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tak Disangka, Pengangguran di Boalemo Meningkat

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Kamis, 25 November 2021 | 14:05 PM Tag: , , ,
  Anggota DPRD Boalemo,

Hargo.co.id, GORONTALO – Anggota DPRD Boalemo, Harijanto Mamangkey, menilai kinerja Pemerintahan Daerah Kabupaten (Pemkab) Boalemo oleh Darwis Moridu-Anas Jusuf (Damai), baik. Namun, menurut politikus PDI Perjuangan  itu, masih ada beberapa hal yang harus dikejar lagi, sebelum berakhirnya masa jabatan emerintahan yang kini dinahkodai oleh Plt. Bupati Anas Jusuf.

“Sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Boalemo 2021, bahwa tingkat atau angka pengangguran terbuka di kabupaten ini, cenderung naik,” kata Harijanto Harijanto Mamangkey di ruang kerjanya, Rabu, (24/11/2021).

Harijanto Mamangkey memaparkan, pada 2020 lalu, angka pengangguran terbuka di Boalemo berada pada posisi 3,66 persen. Sebelumnya pada 2019, berada di angka 2,96 persen.

“Jadi ini, ada menunjukan tren kenaikan yang semestinya pada Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 Tahun 2017-2022 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Boalemo, atau arah pembangunan Kabupaten Boalemo selama 5 tahun ke depan, diharapkan kondisi daripada tingkat pengangguran di Daerah ini, dapat terus menurun,” ujarnya.

Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Dulupi-Wonosari itu berpendapat, bahwa kenaikan pengangguran saat ini, tak lain dipengaruhi oleh adanya pandemi Covid-19, maupun hal-hal yang lain.

“Sehingga, ini yang kemudian menyebabkan peningkatan angka pengangguran terbuka, mengalami peningkatan. Kita tidak perlu heran jika anak-anak muda di Daerah ini begitu lulus SMA atau lulus Sarjana, cenderung pemikiran mereka itu, bagaimana mereka dapat diterima sebagai tenaga honorer atau tenaga kontrak,” imbuhnya.

Menurutnya, terkait angka pengangguran ini, harus ada langkah-langkah konkret yang harus dilakukan oleh Pemerintahan Damai.

“Kami dari Fraksi PDI Perjuangan mengharapkan, dengan adanya program pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, Pemerintah Daerah dapat memaksimalkan program tersebut ke arah, bagaimana untuk melahirkan berbagai wirausaha baru di Boalemo, dan lebih membuka lagi lapangan pekerjaan,” harapnya. 

Dengan begitu, tingkat pengangguran terbuka pada akhir periode masa Pemerintahan Damai, dapat benar-benar terwujud sebagaimana harapan bersama yang telah tertuang pada Perda RPJMD Boalemo itu sendiri.

Dikatakannya pula, untuk nasib para petani, nelayan, maupun para pelaku UMKM, agar sekiranya mendapat perhatian dari Pemerintahan Damai melalui (Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Nah, ini juga tentunya yang perlu mendapatkan perhatian. Di mana pada saat ini kita ketahui, bahwa kondisi daripada BUMD Boalemo, tidak sesuai dengan harapan,” bebernya.

Pria yang akrab disapa Ko’Hari ini pun, menaruh harapan besar terhadap Pemerintahan Damai, agar peran BUMD saat ini, dapat lebih memberikan sentuhan positif kepada masyarakat. 

“Khususnya para wong cilik, petani, nelayan, maupun pelaku UMKM, Sebagaimana janji kampanye pasangan bapak Darwis Moridu dan Anas Jusuf,” kuncinya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 247 times, 7 visits today)

Komentar