Sabtu, 16 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tak Ingin Temui Mahasiswa, Rektor UMGo : Saya Ingin Beri Pelajaran

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 14 Oktober 2021 | 00:05 AM Tag: ,
  Rektor UMGo, Abdul Kadim Masaong saat dikonfirmasi menyangkut tuntutan mahasiswa. (Foto : Herman Abdullah/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo), Abdul Kadim Masaong mengaku sengaja tidak menemui mahasiswa saat melakukan demo di Lapangan Pencerahan UMGo, Rabu (13/10/2021) siang tadi. 

Abdul Kadim Masaong mengatakan, dirinya sengaja melakukan hal tersebut karena ingin memberi pelajaran bagi para mahasiswa. Terlebih, kata dia, ratusan mahasiswa tersebut tidak pernah membangun komunikasi yang baik dengan pihak universitas sebelum melakukan demo. 

“Saya ingin memberi pelajaran bahwa demo bukan solusi. Yang paling penting komunikasi. Mahasiswa tidak pernah datang, tapi tiba-tiba langsung demo,” kata Abdul Kadim Masaong saat ditemui di Gedung Rektorat UMGo, Rabu (13/10/2021).

Dirinya menjelaskan, sebelum ada aksi itu, dirinya sudah mengundang petinggi yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) untuk diberikan penjelasan terkait kekurangan ruang kuliah yang menjadi tuntutan mahasiswa pada aksi tersebut. 

“Saya tidak menghadiri itu (demo) karena sebelumnya sudah dipanggil. Kami sudah memberi penjelasan bahwa kampus sudah menyelesaikan masalah antar Program Studi (Prodi) terkait kekurangan ruangan,” kata Abdul Kadim Masaong. 

Terkait ruang kuliah itu, dirinya telah memberikan solusi alternatif dengan menjadikan ruangan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Perpustakaan, Fakultas Sains dan Teknologi, dan ruangan lantai III Rektorat sebagai ruang kuliah karena disitu ada ruangan kosong.

“Kalau hanya ruangan yang dituntut, kami sudah menganalisis semua ruangan dan ternyata cukup. Nah, sekarang masalahnya ada dua, dosen yang memindahkan jadwal dan informasi tidak sampai ke mahasiswa,” jelas Abdul. 

Soal tuntutan mahasiswa yang mengatakan bahwa pihak kampus justru membangun food court disaat mahasiswa kekurangan ruang kuliah, Abdul Kadim Masaong mengatakan fasilitas tersebut dibuat untuk mendukung program asrama mahasiswa baru.

Menurutnya, food court tersebut merupakan kebutuhan mahasiswa baru yang tinggal di asrama, sehingga dirinya menyediakan fasilitas tersebut agar mahasiswa baru yang tinggal di asrama bisa enak makan. 

“Kami membuat food court untuk kebutuhan mahasiswa biar enak makan dan untuk asrama, makanya itu menjadi prioritas,” terang Abdul. (***) 

 

Penulis : Herman Abdullah

(Visited 4.805 times, 38 visits today)

Komentar