Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tak Lengkapi Izin, Dua Galian C Ditutup

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Metropolis , pada Rabu, 8 Agustus 2018 | 10:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo akhirnya menghentikan sementara dua lokasi aktivitas galian C dan salah satu tempat usaha pembuatan arang, kemarin, Selasa (7/8). Langkah itu diambil menyusul dampak lingkungan dan legalitas perizinannya yang ditenggarai tak sesuai prosedur. Sebelumnya, tindakan DLH tersebut diambil menyusul laporan masyarakat sekitar. Dua galian C yang dimaksud masing-masing berlokasi di di Desa Momala, Kecamatan Dungaliyo.

Menurut laporan warga bahwa aktivitas galian C tersebut diduga menyalahi prosedur karena selain dokumen perizinan yang tidak lengkap, pemilik usaha galian C tersebut ditenggarai telah menyerobot ke kawasan hutan setempat.  Sementara galian C yang satunya lagi berlokasi di Desa Botumoputih, Kecamatan Tibawa. Dari BLH menegaskan bahwa galian C di Desa Botumoputih ini sama sekali tidak memiliki izin.

BACA  Ini Hasil Penelitian Tentang Physical Distancing untuk PAUD

Satu lagi tempat usaha pembuatan arang yang ditutup sementara oleh DLH Kabupaten Gorontalo berlokasi di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto. Penutupan ini menyusul laporan warga sekitar yang merasa resah dengan keberadaan asap dari aktivitas pembuatan arang tersebut.

BACA  Gorontalo Masuk Lima Provinsi Tertinggi Kesembuhan Pasien Covid-19

Meski demikian, sebelum penutupan sementara tiga lokasi tersebut, pihak DLH terlebih dahulu sudah melakukan kajian serta bermusyawarah dengan sejumlah otoritas terkait, termasuk pemilik tempat usaha yang dimaksud.

Kepala DLH Kabupaten Gorontalo, Syaiful Kiraman, mengungkapkan bahwa penutupan sementara ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Menurutnya, keputusan tersebut sudah dikaji dengan pihak terkait, termasuk para pelaku usaha itu sendiri.

“Supaya tidak menjadi masalah yang berlarut-larut. Lagipula kami memberikan waktu untuk mereka (pemilik usaha,red) untuk melengkapi dokumen yang belum lengkap, serta memperbaiki masalah-masalah lainnya,” ujar Syaiful.

BACA  Kasus Covid-19 di Kota Gorontalo Mulai Berkurang

Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) DLH Kabupaten Gorontalo, Indrimawaty Molou, mengatakan bahwa pihaknya bersama tim dalam beberapa hari terakhir sudah turun ke lokasi-lokasi sesuai yang dilaporkan masyarakat. Dan terkait dampak dari tempat usaha tersebut akhirnya pihaknya mengambil sikap untuk melakukan penutupan sementara sampai pemilik usaha mengambil langkah sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.(tr58/gp/hg)


Komentar