Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tak Punya Izin, Gudang Jamu Digeladah, Pemilik Didenda Rp 1 M

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 13 Oktober 2016 | 09:55 Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo terus melancarkan operasinya di wilayah Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Kali ini petugas membongkar keberadaan salah satu gudang jamu yang tidak memiliki izin resmi BPOM. Letaknya berada di Desa Gandasari. Dari gudang milik wong cilik itu, petugas menyita sebanyak 1.006 botol jamu, Selasa, (11/10).

Operasi tersebut digelar petugas BPOM Provinsi Gorontalo menyusul informasi dari masyarakat. BPOM turun bersama dengan Direktorat Narkoba Polda Gorontalo. Sebagaimana info tersebut, gudang yang dimaksud adalah gudang milik sorang warga inisial KA.

Setelah tiba di tempat KA, petugas langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya, didapati ribuan botol jamu dan obat kuat yang sudah tertata rapi dalam kardus-kardus. Jenis jamu dan obat kuat yang disita BPOM tersebut terdiri dari 646 botol Tawon Klanceng, 339 Botol jamu Kunir mas, serta 21 botol jamu pegalini cap manggis.

“Obatan-obatan itu kita sita karena tidak punya izin resmi. Pemilik menyelundupkannya secara diam-diam. Total barang yang disita sebagai barang bukti (Babuk) itu jika di total, harganya senilai Rp 60 juta,” kata Kepala BPOM Provinsi Gorontalo Supriyadi Darma.

Lebih lajut disampaikan Supriyadi, setelah operasi ini, pihaknya masih akan melakukan pengembangan. Menurutnya, kasus tersebut masuk dalam kategori pro justicia. Pelaku akan dijerat dengan Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 197 dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 Miliyar.

Setelah kejadian ini pula, pihaknya masih akan melakukan pengembangan. Sebab, diduga hal serupa juga masih terdapat di tempat-tempat lainnya.
“Saya perlu ingatkan kepada, jika ditemukan masih ada lagi, akan kita beri sanksi tegas,” jelasnya.

Supriadi menghimau pula agar masyarakat lebih teliti lagi dalam menentukan barang yang akan dibeli. Apalagi barang tersebut digunakan untuk diminum. Khawatirnya jika sembarang membeli tanpa memperhatikan izin resmi, akan berbahaya bagi kondisi kesehatan.
“Jadi operasi yang kita lakukan ini semata untuk menjamin obat-obatan yang beredar di pasaran sehat dan memiliki izin resmi,” pungkasnya.(tr-48/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar