Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tak Terima Hasil Pleno, Pendukung Nelson-Hendra Kepung Bawaslu

Oleh Sri Aprilia Mayang , dalam Indonesia 99 Kata Metropolis , pada Senin, 12 Oktober 2020 | 16:15 WITA Tag: ,
  Masa simpatisan paslon Nelson - Hendra saat melakukan aksi demo di Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Senin (12/10/2020). (Foto : Sri Aprilia Mayang/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Ratusan masa simpatisan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo, Nelson Pomalingo dan Hendra Hemeto mengepung kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo, Senin (12/10/2020).

Aksi ini dilakukan karena simpatisan paslon Nelson Hendra menolak atau tidak terima keputusan Bawaslu terkait gugatan yang dilayangkan Robin Bilondatu. Selain itu, orator aksi, Taufik Buhungo, juga menyoroti hubungan darah ketua Bawaslu, Wahyudin Akili dengan salah satu Paslon.

BACA  Diduga Bawa Narkoba, Pria di Kota Gorontalo Diringkus Polisi

Ketua Bawaslu Wahyudin Akili tidak membantah tudingan hubungan darah dirinya dengan salah satu Paslon. Hanya saja, kata Wahyudin, hal ini telah diumumkan saat pengundian nomor urut.

“Memang benar, saya ada hubungan erat kekeluargaan dengan salah satu Calon Bupati Gorontalo nomor urut 4, Pak Rustam akili dan itu saya tidak bisa pungkiri. Itu saya sudah umumkan pada saat pengundian nomor urut dan disiarkan langsung. Tapi apakah akan mundur sebagai ketua bawaslu atau anggota bawaslu, ketika yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai Calon Bupati ? Sementara saya duluan menjabat sebagai ketua Bawaslu daripada beliau mencalonkan diri sebagai Bupati,” kata Wahyudin Akili.

BACA  Ini Jurus Jitu SMS Tingkatkan Ekonomi UMKM Pohuwato

Terkait tuntutan hasil pleno terhadap gugatan Robin Bilondatu, Wahyudin mengatakan, dalam memproses gugatan itu, pihaknya melakukannya sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

BACA  Aksi Tolak Omnibus Law di Gorontalo Kembali Berakhir Ricuh

“Terhadap apa yang teman-teman sampaikan, pada dasarnya kami sudah melakukan semua prosedur sesuai dengan peraturan perundang – undangan. Jikalau masih belum puas, silahkan menguji intergritas kami di DKPP,” tantang Wahyudin Akili, didepan massa aksi.(iya/hg)


Komentar