Kamis, 21 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tampilkan Dahsyat, Lambi Bilubuo Catatkan Muri

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 13 Oktober 2016 | 11:50 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id BOALEMO – Puluhan ribu warga dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo tumpah dan memadati objek wisata Bolihutuo pada Selasa
(11/10) kemarin.

Hal itu sehubungan dengan dilaksanakannya festival pesona Boalemo 2016, dengan menampilkan aneka pertunjukkan. Yang spektakuler, adalah show Dahsyat RCTI yang mengambil sedikitnya 4segmen di di lokasi wisata Bolihutuo.

Sejumlah warga sempat kecewa gara-gara informasi host utama Dahsyat seperti Rafi Ahmad, Deni Cagur dan Ayu Dewi gagal hadir di Boalemo.

Selain itu, untuk pertama kalinya, pelaksanaan festival pesona Boalemo 2016 tersebut mampu mencatatkan rekor MURI, yakni festival pisang tumbuk bakar rica atau Lambi Bilubuo terbanyak di Indonesia.

Selain itu ada juga pementasan karnaval budaya multi etnik dengan tema Boalemo Miniatur Indonesia yang menampilkan 8 etnis yang ada di Kabupaten Boalemo, seperti Gorontalo, Jawa, Bali, Bolaang Mongondow, Sengihe, Minahasa.

BACA  Masa Pandemi Covid-19, Pengaruhi Kinerja BNN Bone Bolango

Pantauan Gorontalo Post, masyarakat yang hadir tidak hanya dari Kabupaten Boalemo saja, namun juga dari beberapa daerah, di Gorontalo. Ketertarikan masyarakat tersebut.

Selain karena pelaksanaan Festival Boalemo, juga ingin menyaksikan langsung show Dahsyat RCTI. Namun, beberapa pengunjung mengaku cukup kecewa, karena show dahsyat yang awalnya direncanakan full di Boalemo, mengalami perubahan dan hanya mengambil beberapa segmen saja.

Kekecewaan juga sempat terlontar ketika host idola mereka Rafi Ahmad dan host program Dahsyat lainnya urung datang dan hanya memandu acara dari studio 1 RCTI di Jakarta.

BACA  Sebanyak 75.126 Orang Warga Gorontalo Utara Sasaran Vaksinasi

“Padahal informasi yang kami dapatkan host Dahsyat lengkap di Boalemo,” kata Sukirman warga Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.

Menanggapi hal itu, Kadis Pariwisata Boalemo Handoyo Sugiharto menuturkan, memang rencana awal Dahsyat akan tampil full di Boalemo, karena disupport penuh oleh pihak Kementrian Pariwisata RI.

Tetapi menurut Handoyo, dalam perkembangannya, terjadi pemotongan anggaran di pihak Kementrian Pariwisata sehingga terjadi perubahan komposisi atas rencana awal.

“Kondisi ini yang terjadi, namun tetap membanggakan karena ini pertama kalinya,” ujar mantan Kadis PU tersebut.

 Handoyo Sugiharto tetap optimis, meskipun melenceng dari kegiatan sebelumnya, tetapi show dahsyat dalam beberapa segmen tersebut sudah sangat mewakili tujuan utama promosi wisata melalui festival pesona Boalemo.

BACA  Perahu Nelayan Dihantam Ombak di Gorontalo, Seorang Dalam Pencarian

Sementara itu, dalam pelaksanaan Festival pisang tumbuk bakar rica sendiri, terlihat keunikan tersendiri. Pelaksanaan Festival pisang tumbuk bakar rica tersebut ikut dikerumuni pengunjung. 2 deret tempat memasak pisang memanjang sekitar 1 kilometer, sehingga total pajangan menjadi 2 kilometer.

Beberapa warga yang ikut berkontribusi dalam melaksanakan festival pisang tumbuk menyampaikan rasa puas, karena mereka merasa dilibatkan langsung dalam perhelatan kali ini.

“Ya, kalu perlu, tiap tahun, ada kegiatan seperti ini, yang secara langsung melibatkan masyarakat,” ujar Wirna sumuli.

Terpantau pula, selain menu
utama pisang tumbuk bakar rica, beberapa peserta juga menambahkan beberapa menu seperti ikan bakar rica dan sambal sagela sebagai menu pelengkap.

Masyarakat pengunjung pun berkesempatan mencicipi masakan khas tradisional Gorontalo ini. (gip/hargo)


Komentar