Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tanam 53.000 Mangrove, Ini Pesan Gubernur Gorontalo ke Wabup Pohuwato

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Rabu, 17 November 2021 | 00:05 AM Tag: , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama unsur Forkopimda saat menanam mangrove di Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Selasa (16/11/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Istri tercintanya Idah Syahidah yang juga sebagai Anggota DPR RI, menghadiri kegiatan penanaman 53.000 pohon mangrove di Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Selasa (16/11/2021).

Selain Gubernur bersama Istri, kegiatan yang merupakan bagian dari Pembinaan Lingkungan Hidup oleh Korem 133/Nani Wartabone di wilayah kerjanya itu juga dihadiri oleh Danrem 133/NW Brigjen TNI Amrin Ibrahim, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Akhmad Wiyagus, Kabinda Suryono, Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa dan jajaran Forkopimda setempat.

Dalam kesempatan itu Gubernur Rusli berbicara soal isu lingkungan di gorontalo yang dinilai masih jauh dari perhatian pemerintah dan kesadaran masyarakat. Selain hutan yang gundul akibat penebangan liar, masalah izin tambak ikan dengan mengorbankan ratusan hektar lahan mangrove harus segera dihentikan.

“Ibu (Wakil Bupati) sekarang sudah di eksekutif, jangan lagi memberikan izin jangan mentolerir oknum oknum yang ingin merusak lingkungan. Terutama sepanjang ini (pesisir pantai) itu lahan lahan tambak udang sangat sangat mengancam kita. Ratusan hektar mangrove dirusak oleh orang orang tidak bertanggung jawab,” tegas Gubernur.

Selain itu Gubernur juga mengingatkan kepada warga untuk melestarikan lingkungan untuk generasi masa depan. Berbagai musibah dan bencana alam yang terjadi akhir akhir ini tidak terlepas dari ulah manusia yang merusak dengan penebangan liar dan pertambangan liar.

Pihaknya berharap aksi tanam mangrove yang diinisiasi oleh Korem 133/NW bekerjasama dengan BPDASHL Bone Bolango itu dapat terus dijaga hingga tumbuh subur. Dalam banyak kasus, katanya, penanaman pohon semacam ini hanya berakhir pada acara seremonial.

“Saya sering lihat berita, pak gubernur, bupati dan lain lain menanam pohon sekian ribu, tapi kita tidak pernah liat lagi apakah dia hidup atau tidak. Jadi di sini yang penting adalah kelanjutan dari menanam. Kita tanam 53.000 syukur syukur yang hidup ada 3.000,” pinta Rusli Habibie.

Di tempat yang sama, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Amrin Ibrahim menjelaskan penanaman 53.000 pohon dilakukan serentak di sejumlah kabupaten yakni Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo dan Bone Bolango.

“Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian kita bersama untuk menanam pohon. Mangrove penting untuk konservasi alam. Kami mengucapkan terima kasih kepada BPDASHL yang telah menyiapkan pohon,” tutur Brigjen TNI Amrin Ibrahim.

Selain menanam mangrove, Gubernur Rusli juga melepas-liarkan lima ekor burung Maleo. Burung endemik Sulawesi itu diketahui hidup di Cagar Alam Panua, Pohuwato dan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di Kabupaten Bone Bolango.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 22 times, 1 visits today)

Komentar