Senin, 10 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tanduk Rusa Tombulilato, Tanaman Endemik dari Pesisir Utara Gorontalo 

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Headline Kab. Gorontalo Utara , pada Selasa, 20 April 2021 | 06:05 WITA Tag: , ,
  Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin saat menerima pihak BPTH, BPTP dan tim eksplorasi yang didampingi Kadis Pertanian, terkait dengan tanaman endemik Tanduk Rusa Tombulilato, di ruang kerjanya, Senin (19/04/2021). (Foto : Alosius M. Budiman/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Ada kabar menarik datang dari Gorontalo Utara (Gorut). Yakni, telah ditemukan tanaman hias dengan nama Tanduk Rusa dari jenis arrasyid genusnya alokasia. 

Jenis tanaman tersebut berasal dari Desa Tombulilato, Kecamatan Atinggola, dan terinformasi tidak ada jenis tersebut dari daerah lain maupun negara lain. Sehingga ini merupakan tanaman endemik dan khas Gorontalo Utara.

Terkait dengan hal tersebut pihak BPTP dan BPTH didampingi Dinas Pertanian pada Senin (19/04/2021) langsung menemui Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin di ruang kerjanya. Tujuannya, untuk menyampaikan temuan tersebut. 

Menurut keterangan dari BPTH, Muhamad Thamrin, pihaknya mendapatkan informasi keberadaan tanaman Tanduk Rusa tersebut dari media. 

“Kemudian kami diperintahkan oleh Litbang untuk turun ke lokasi tanaman langkah tersebut langsung ke habitatnya karena tanaman ini diburu oleh para kolektor,” ungkapnya.

Untuk selanjutnya, tanaman tersebut sebagaimana yang dijelaskan oleh Aman Nur dari BPTP, untuk tanaman tersebut akan didaftarkan nantinya sebagai tanaman endemik dari Gorontalo Utara. 

“Akan ada prosesnya sebelum dilakukan pendaftaran yang nantinya akan dilakukan secara online,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Gorontalo Utara, Kisman Kuka langsung menghubungi kepala desa setempat karena tanaman endemik yang ternyata sudah diekspor ke luar negeri. Dirinya mengimbau kepada warga agar semua aktivitas jual beli tanaman Tanduk Rusa tersebut dihentikan. 

“Karena ini ada sanksi hukumnya yakni denda dan kurungan badan. Artinya hukumannya bukan hanya satu, yang bersangkutan akan didenda dan dihukum penjara,” tegasnya.

Sementara itu, Indra Yasin saat mendapatkan informasi tersebut cukup kaget dan juga merasa gembira. Hanya saja dirinya merasa geram dengan para pelaku jual beli tanaman tersebut yang ternyata harganya mahal kalau di luar negeri dapat mencapai Rp 8 juta. Sementara untuk pasaran dalam negeri Rp 3 juta. Diambil dari masyarakat hanya dengan harga Rp 25 ribu. 

“Saya akan menemui mereka para pembeli itu,” tegas Indra Yasin. (abk/adv/hargo)

BACA  Tak Perlu Impor, Indra Yasin Minta Manfaatkan Beras Lokal 

Komentar