Rabu, 20 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tangani Pasien Covid-19 Lebih Optimal, RSD Wisma Atlet Ubah Pelayanan

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 23 Desember 2020 | 22:05 WITA Tag: , ,
  Wisma Atlet Jakarta yang dijadikan rumah sakit darurat guna merawat pasien Covid-19. (Foto Istimewa/indonews)


Hargo.co.id, JAKARTA – Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan bakal melakukan perubahan skema pelayanan pasien Covid-19. Hal ini juga telah disepakati dalam rapat koordinasi terakhir dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Sepeprti yang dilansir jpnn.com, menurut Mayjen Tugas, dari rapat itu telah ditentukan bahwa pasien tanpa gejala tidak akan lagi dirawat di RSD Wisma Atlet Kemayoran. Pasalnya, tower 4, 5, 6, dan 7 yang ada di RSD Wisma Atlet bakal difokuskan untuk merawat pasien bergejala ringan dan sedang. Lalu, untuk pasien dengan status orang tanpa gejala (OTG ) akan dirawat di tower 8 dan tower 9 yang ada di Pademangan.

BACA  Soal Varian Baru Covid-19, Ini Aturan dari Satgas

“Kami harapkan itu akan terfokus untuk yang bergejala atau tanpa gejala,” ujar Tugas dalam diskusi yang disiarkan akun YouTube BNPB, (23/12/2020).

Pria yang juga menjabat Kapuskes TNI ini menerangkan, dari total tiga tower yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang, hanya satu tower yang digunakan untuk merawat pasien tanpa gejala. Sehingga, apabila ada pasien tanpa gejala yang baru, belum tentu bisa langsung masuk ke Wisma Atlet.

BACA  BPOM Resmi Terbitkan Izin Darurat Vaksin Produksi Sinovac

“Kami bergantian dengan tower delapan yang di Pademangan. Di sana kalau sudah meningkat disetop. Kemudian kami mengisi lagi di Wisma Atlet, ketika di tower lima meningkat kami setop, masuk ke tower delapan, atau ke tempat-tempat isolasi yang di Jakarta,” beber Tugas.

BACA  Zona Merah Bertambah, Ini Penegasan Satgas Covid-19

Tugas menerangkan bahwa saat ini tower 5 yang diisi oleh pasien tanpa gejala huniannya sudah mencapai 69,87 persen. Sedangkan jumlah tempat tidur yang tersedia kurang lebih sekitar 400 unit.

“Masih ada 400 bed lebih kira-kira yang bisa menampung, dan ini kami terus pantau dengan tower 8, sehingga tower OTG ini betul-betul optimal untuk berikan layanan pada pasien,” tandas Tugas.(cuy/jpnn)


Komentar