Sabtu, 5 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tanggapi Penangkapan SH, Duke Arie : Klien Kami Tak Pernah Melarikan Diri

Oleh Wawan Gusasi , dalam Headline Kab. Boalemo , pada Senin, 29 Juni 2020 | 11:27 WITA Tag:
  Dr. Duke Arie, MH, merupakan Kuasa Hukum Plt. Sekda Boalemo yang berinisial SH.


Hargo.co.id, GORONTALO – Kuasa hukum dari tersangka SH, akhirnya angkat suara terkait dengan penangkapan kliennya yang dilakukan oleh jajaran Kejaksaan, Sabtu (27/06/2020) kemarin.

Tim kuasa hukum, Dr. Duke Arie, MH, bersama Inggrid Bawias, SH, MH meluruskan apa yang sudah terlanjur menjadi pemberitaan terkait dengan penangkapan SH.

“Klien kami dianggap mangkir dari panggilan Kejari Boalemo, karena alasan tidak diketahui keberadaannya. Menurut kami itu tidak benar, dan perlu kami luruskan bahwa klien kami memang belum dapat menghadiri panggilan dari kejaksaan karena masih dalam menjalankan tugas dinas luar daerah,” jelas Duke Arie.

Lanjut katanya, keberadaan di luar daerah atas dasar dengan surat perintah tugas dari bupati tanggal 19 Juni 2020, yang mana pada 22 sampai dengan 26 Juni 2020 menjalankan tugas di Jakarta. Namun pihak Kejaksaan, menurut Duke Arie, memanggil kliennya pada 25 Juni.

BACA  Sosok Mayat Ditemukan di Lapangan Taruna

“Atas alasan tersebut, kami mengajukan surat pemberitahuan kepada Kejari Boalemo perihal klien Kami tidak dapat hadir dikarenakan adanya kegiatan Dinas ke Jakarta dengan melampirkan Surat Perintah Tugas dari Bupati Boalemo tersebut. Surat kami tersebut telah diterima pihak Kejari Boalemo dengan bukti tanda terima pada Kamis, 25 Juni 2020,” ujarnya.

Duke Arie menambahkan bahwa, pihak Kejari Boalemo pada 25 Juni lagi mengeluarkan lagi surat panggilan kedua, yang akan dilakukan pemeriksaan pada Senin, 29 Juni 2020.

“Klien kami akan pulang pada Ahad 28 Juni 2020 dan sudah memiliki tiket pulang ke Gorontalo. Tapi anehnya tiba-tiba pada Jumat, 26 Juni 2020, klien kami dilakukan penangkapan oleh tim dari Kejaksaan Agung dengan alasan yang sangat janggal,” jelas Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Provinsi Gorontalo ini.

BACA  Digagas, BLK Gorontalo Menjadi UPT Kemnaker RI

Duke Arie membeberkan beberapa kejanggalan tersebut, seperti pihak Kejari Boalemo mengetahui keberadaan SH, berdasarkan surat pemberitahuan yang disampaikan dengan disertai lampiran Surat Perintah Tugas dari Bupati.

“Dan sehari sebelumnya tim kuasa hukum juga telah menyampaikan melalui via handphone kepada Kasie Pidsus bahwa klien kami SH tidak bisa hadir karena sudah ada tugas lebih dahulu sebelum adanya surat dari Kejari tersebut dan minta untuk dijadwalkan ulang,” kata Duke Arie.

Selanjutnya kata Duke Arie, keluarlah Surat Panggilan Kedua. Sehingga tidak benar jika Kejaksaan tidak mengetahui keberadaan SH sebagaimana pertimbangan point b Surat Perintah Jaksa Agung Muda Intelijen tersebut.

“Bahwa tidak benar klien kami dilakukan penangkapan karena belum dapat dilaksanakan eksekusi. Sebagaimana pertimbangan point b Surat Perintah Jaksa Agung Muda Intelijen tersebut, sebab klien kami belum disidangkan sehingga kami justru mempertanyakan kksekusi yang mana yang dimaksud dalam surat tersebut ? Pada bagian surat yang menyatakan pada point 2 Menghadapkan terpidana kepada Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi Gorontalo, jelas ini makin membingungkan sebab faktanya klien kami bukan Terpidana akan tetapi sebagai Tersangka, dan faktanya padaSabtu, 27 Juni 2020 klien kami tidak diserahkan kepada Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi Gorontalo, akan tetapi diserahkan kepada Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Boalemo. Kami menyayangkan perlakuan yang sangat berlebihan terhadap klien kami oleh pihak kejaksaan,” jelas Duke Arie.

BACA  Legenda Sepak Bola Diego Maradona Tutup Usia

Atas perlakuan tersebut pihaknya masih akan berkonsultasi dengan klien apakah akan melakukan Pra Peradilan terkait penangkapan yang dilakukan tidak sesuai prosedur yang benar. (wan/hg)


Komentar