Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tanggomo, Turunani dan Buruda Wajib Masuk Sekolah

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo , pada Jumat, 6 Oktober 2017 | 18:20 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id– Dalam melestarikan bahasa dan budaya Gorontalo. Maka Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kota Gorontalo di tahun ini mencanangkan untuk melestarikan Tanggomo, Turunani dan Buruda masuk ke Sekolah (Lestari Budel Motubu Masuk Sekolah).

Hal itu dikatakan kepala bidang Budaya, Dikbud Kota Gorontalo Abdul Rasyid ketia bertemu Direktur Utama Gorontalo Moh Sirham sekaligus meminta dukungan agar budaya dan bahasa Gorontalo ini bisa tersebesar luas di masyarakat kota Gorontalo.

“Proyek perubahan ini saya sebut sebagai Lestari Budel Motubu Masuk Sekolah. Sebab saya melihat budaya Gorontalo yaitu Tanggomo, Turunani dan Buruda ini sudah mulai pudar di siswa kita,” kata Rasyid.

BACA  Kota Gorontalo Diyakini Bakal Kembali ke Zona Hijau

“Sehingga ini penting, agar peserta didik kita di sekolah tau dengan budaya kita ini. Caranya setiap awal pembelajaran di sekolah, maka peserta didik harus memulai doa dengan menggunakan sair Tanggomo dan diartikan. Sehingga secara tidak langsung mereka melestarikan sendiri budaya mereka ini dan bisa berbahasa Gorontalo,” jelas mantan Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) di Dinas Dikbud Kota Gorontalo.

Tiga budaya dengan menggunakan bahasa Gorontalo ini sendiri nantinya akan dibuatkan Peraturan Daerah (Perda), sehingga sekolah di Kota Gorontalo wajib untuk menggunakannya di tiap pekannya. Untuk pilot project, Lestari Budel Motubu Masuk Sekolah itu diawali di tingkat SMP.

BACA  Prioritas Pemberian Vaksin ke Tenaga Medis dan di Zona Merah

“Saya berharap semua sekolah mendukung program ini. Karena kita ingin agar peserta didik kita tahu berbahasa Gorontalo. Nantinya setelah seluruh SMP di Kota Gorontalo sudah mulai membudayakan Tanggomo, Turunani dan Buruda ini kita akan bergeser ke tingkat Sekolah Dasar. Agar sedini mungkin mereka tahu bahasa daerah mereka dan mereka bisa bangga punya budaya yang begitu luar biasa,”beber Rasyid.

Sementara itu, Dirut Gorontalo Post Moh Sirham sangat mendukung program tersebut. Menurutnya program Lestari Budel Motubu Masuk Sekolah yang bagus, karena lebih menekankan agar peserta didik dapat berbahasa Gorontalo secara luas.

BACA  Uji Coba Vaksin, Jokowi Siap Disuntik Lebih Dulu

“Kita bisa melihat sekarang, apakah anak-anak siswa di Kota Gorontalo ada yang mau berbahasa Gorontalo? Sangat kurang bahkan hampir tidak ada. Dengan memasukan Tanggomo, Turunani dan Buruda pada proses belajar di sekolah, menjadi langkah untuk melestarikan dan membiasakan siswa kita berbahasa Gorontalo. Sehingga mereka terbiasa dan tak malu lagi berbahasa daerah,” jelasnya.

Sirham pun menyarankan setelah program tersebut berjalan, langkah selanjutnya pemerintah membuatkan suatu lomba yang dapat mendorong lagi minat peserta didik dan sekolah memberikan pembelajar Tanggomo, Turunani dan Buruda.(ndi/hargo)


Komentar