Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tega, Ayah Diduga Bunuh Anak Perempuannya karena Punya Kekasih Muslim

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Dunia , pada Kamis, 20 Juli 2017 | 09:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Jatuh cinta umumnya indah. Namun, jatuh cinta tidak selalu berakhir bahagia. Ada yang terluka, patah hati, atau bahkan berakhir tragis. Itu dialami oleh Henriette Karra. Hidup remaja 17 tahun nan jelita itu berakhir dengan cepat.

Tidak hanya ayahnya, Sami, 58, yang ditangkap. Paman dan ibunya, Aliham, juga ditahan dengan tuduhan sudah merencanakan pembunuhan itu setelah beberapa pekan sebelumnya mereka bertengkar mengenai hubungan asmara Henriette dengan kekasih barunya.

Remaja belasan itu sedang menjalin hubungan kekasih dengan pria Muslim yang sedang ditahan. Henriette bahkan berencana menjadi mualaf begitu kekasihnya dibebaskan. Beberapa pekan sebelum kematiannya, dia kabur dari rumah karena takut nyawanya terancam. Itu dilakukan setelah sang ayah mengancam akan membunuhnya dan memukulinya.

BACA  Bom Meledak saat Peringatan Hari Veteran di Jeddah

Dikutip The Jeruselum Post seperti dilansir Daily Mail, mendiang mengirimkan SMS kepada temannya dan mengatakan kalau orang tuanya akan membunuhnya. ”Kamu tidak akan percaya apa yang mereka lakukan kepada saya. Mereka mengirim orang untuk membunuh saya,” tulis salah satu pesan Henriette kepada temannya.

Ditambahkan Henriette, keluarganya mencarinya kemana-mana. ”Kamu tidak tahu ketakutan seperti ini. Saya tidak percaya saya punya kekuatan untuk berdiri dan berlari,” sambungnya. Saat itu dia kemudian memutuskan untuk tinggal di rumah orang tua kekasihnya. Namun, keluarga menemukannya dan dipaksa pulang.

BACA  Kampanyekan SMS, Para Pesohor Partai Golkar Mulai Turun ke Pohuwato

Malam sebelum kematiannya, si ayah berkata kepada ibunya, “Lupakan dia. Biarkan dia pergi ke neraka.” ”Tidak ada guna sesenpun untuk mencarinya. Dia sampah. Kita perlu membuangnya seperti anjing. Saya muak dengan dia dan kamu.” Ibunya kemudian menelepon polisi dan mengatakan kalau suaminya meyakini Henriette sudah menodai kehormatan keluarga. Sami sendiri menyangkal sudah membunuh anaknya. (*)

(tia/jpk/JPC/hg)


Komentar